Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (18/3) ditutup anjlok ke level 6.076,08 dari dibuka pada level 6.458,66 atau melemah sebanyak 6,12 persen.
Kondisi tersebut dipicu oleh IHSG yang sempat mengalami pembekuan perdagangan sementara atau trading halt setelah merosot lebih dari lima persen.
Anjloknya IHSG tersebut dipicu oleh sentimen global terkait dengan suku bunga The Fed yang diprediksi masih ditahan pada posisi 4,25-4,5 persen, kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS).
Sedangkan dari domestik, dipicu oleh isu Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang dikabarkan akan mundur dari jabatannya.
Baca juga: IHSG Terjun Bebas, Bagaimana Gerak Saham Big Banks?
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa, Menteri Keuangan, Sri Mulyani dipastikan tidak akan mundur dari jabatannya.
“Tetapi kalau pertanyaannya mengenai Bu Sri Mulyani, saya pastikan bahwa Bu Sri Mulyani tidak akan mundur,” ucap Dasco saat menyambagi Gedung BEI Jakarta, 18 Maret 2025.
Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan bahwa, seluruh kebijakan fiskal yang ada di Indonesia saat ini berada dalam proses kesinambungan yang sangat kuat.
Baca juga: Bocor Halus, Sejumlah Menteri Prabowo Diganti dan Pindah Posisi
Menurutnya penurunan atau defisit yang terjadi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp31,2 triliun hingga Februari 2025 dalam kondisi yang sangat wajar.
“Perlu saya jelaskan bahwa semua kebijakan fiskal yang ada di Indonesia saat ini berada dalam proses kesinambungan yang sangat kuat, ada situasi penurunan awal (defisit) yang sangat wajar dan biasanya kita akan mengalami report di proses-proses berikutnya. Jadi kekhawatiran itu tidak perlu berlebihan. Tidak perlu diberi respons yang berlebihan,” tegas Misbakhun. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More