Ia mengimbau, agar momentum penurunan IHSG ini dimanfaatkan oleh investor sebagai kesempatan mengakumulasi beli terhadap saham-saham berportofolio dengan fundamental yang bagus.
“Untuk beberapa pihak yang khawatir kebijaksanaan yang akan diterapkan oleh presiden terpilih itu wajar kan wait and see, lihat dulu ada kebijakan apa, mereka tahu kok apa yang mereka harus lakukan untuk negara perkembangan ekonomi. Kalau perkembangan ekonomi membaik impact-nya ke negara lain juga, itu sinergi kok semuaya itu sesaat saja kan baru terpilih,” paparnya.
Kendati demikian, kondisi ini justru bisa memberikan dampak positif bagi para investor yang hendak mencari saham dengan harga yang terdiskon. “Untuk investor domestik yuk nabung saham sisihkan namanya untuk investasi di saham, ada diskon kita jangan ikut panik, orang takut turun dalam itu salah. Itu kesempatan bagi kita, itu sesaat memang,” tutur Alpino.
Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 160,98 poin atau 2,95% ke level 5.279,8 dari sebelumnya dibuka turun 1,28% atau 69.67 poin ke level 5.380,64. (*) Dwitya Putra
(Baca juga: Nih Penjelasan OJK Soal Anjloknya IHSG)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More