Market Update

IHSG Ambruk Imbas Konflik Iran-AS, Bos BEI Bilang Begini

Poin Penting

  • BEI mengimbau investor tetap rasional di tengah eskalasi konflik AS–Iran, dengan fokus pada fundamental dan penyesuaian strategi sesuai toleransi risiko.
  • IHSG sempat bergerak di rentang 8.039,50–8.133,69 dan dibuka ambles 1,97% ke 8.073,09 dari posisi 8.235,48.
  • Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin sektor siklikal (-5,39 persen), infrastruktur (-2,92 persen), dan properti (-2,70 persen); 575 saham melemah dengan nilai transaksi Rp880,55 miliar.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons ketidakpastian geopolitik global yang kembali memanas setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel kepada Iran yang memicu eskalasi konflik di Timur Tengah, Sabtu (28/2).

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengimbau investor untuk tetap rasional dan selalu memerhatikan fundamental saat melakukan investasi.

“Kami mengimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor,” ucap Jeffrey kepada media di Jakarta, 2 Maret 2026.

Baca juga: Saham-Saham Ini Berpotensi Cuan di Tengah Memanasnya Perang Iran-AS

IHSG Ambruk

Konflik Iran-AS berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini bergerak di rentang level 8.039,50-8.133,69 hingga pukul 11.14 WIB pada perdagangan sesi I hari ini.

Hampir seluruh sektor juga terpantau koreksi, dengan tiga sektor teratas yang melemah, yakni sektor siklikal turun 5,39 persen, sektor infrastruktur merosot 2,92 persen, dan sektor properti melemah 2,70 persen.

Baca juga: IHSG Dibuka Ambles Hampir 2 Persen ke Posisi 8.073

Adapun, pada pembukaan perdagangan hari ini pukul 09.00 IHSG dibuka ambles ke posisi 8.073,09 dari level 8.235,48 atau melemah 1,97 persen.

Sementara berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 1,29 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 125 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp880,55 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 575 saham terkoreksi, 53 saham menguat dan 88 saham tetap tidak berubah. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Perkuat Jaringan Layanan di Sumatra, Sequis Life Resmikan Sequis Center Medan

Poin Penting Sequis Life menghadirkan pusat layanan terpadu Sequis Center Medan yang menggabungkan layanan nasabah… Read More

1 hour ago

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

15 hours ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

1 day ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

1 day ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

1 day ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

1 day ago