Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani telah mengumumkan susunan lengkap kepengurusan Danantara pada hari ini (24/3).
Menurut Rosan, dalam pemilihan pengurus tersebut, telah sesuai dengan mandat dari Presiden Prabowo Subianto yang mengharuskan Danantara dikelola secara transparan, akuntabilitas, dan integritas.
Sayangnya, pengumuman pengurus Danantara sepertinya belum memberikan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan sesi I hari ini (24/3) ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke level 6.114,21 dari dibuka pada level 6.258,17 atau turun hingga 2,30 persen.
Bahkan, pada pukul 10.19 WIB, IHSG terpantau sempat merosot hingga 4,24 persen dan meninggalkan level 6.000.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa, hal itu dipicu oleh sentimen yang memicu pasar bergerak kurang kondusif hari ini, salah satunya terkait dengan Danantara.
Menurutnya, pasar saat ini sedang menantikan kebijakan Danantara yang memiliki keberpihakan pada investor, kembali meningkatkan risk appetite, juga meningkatkan kepercayaan pelaku pasar.
“Pada intinya ya para pelaku pasar menantikan kebijakan pro market dari pemerintah itu aja. GCG (Good Corporate Governance) harus terpenuhi seperti itu, agar supaya meningkatkan risk appetite ya sekaligus juga meningkatkan kepercayaan bagi pelaku investor,” ucap Nafan kepada Infobanknews di Jakarta, 24 Maret 2025.
Baca juga: Jelang RUPS Tahunan, Saham BRI (BBRI) Turun 2,43 Persen
Tidak hanya itu, Pilarmas Investindo Sekuritas,menyatakan bahwa, tekanan pasar hari ini dipicu oleh kondisi ekonomi dalam negeri, dengan munculnya permasalahan pemutusan hubungan kerja dan daya beli rumah tangga yang lemah tentunya ini memberikan indikasi ekonomi dalam negeri sedang tidak baik.
Pasar dikhawatirkan akan terjadi krisis kepercayaan masyarakat akibat sikap pemerintah yang tidak pro rakyat, di mana aksi demontrasi terkait pengesahan UU TNI dan kecemasan dari pembentukan Danantara.(*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More
Poin Penting Kredit UMKM masih turun 0,64 persen per November 2025 akibat tekanan ekonomi global… Read More
Poin Penting OJK menilai perkembangan AI di 2026 menjadi peluang strategis bagi industri modal ventura,… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,72 persen ke level 8.948,30 dengan nilai transaksi Rp33,54 triliun… Read More
Poin Penting Event Belanja Nasional 2025 mencatat transaksi Rp122,28 triliun hingga 5 Januari 2026, melampaui… Read More
Poin Penting BGN menegaskan tidak semua pegawai atau relawan SPPG Program MBG dapat diangkat sebagai… Read More