Market Update

IHSG Akan Bergerak Mixed, Cek Katalis Penggeraknya

Jakarta – Ajaib Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak mixed dalam rentang 6.783 hingga 6.854 pada hari ini (14/7).

“Pada perdagangan Kamis (13/7) IHSG ditutup naik tipis sebesar 0,03% atau 2 poin di level 6.810. IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dalam range  6.783–6.854 ,” ucap Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dalam IHSG Daily Analysis dikutip 14 Juli 2023.

Lebih lanjut Ratih melihat sentimen dari dalam negeri terkait dengan jumlah mobil baru yang terdaftar di Indonesia meningkat 4,6% yoy menjadi 82.581 unit pada Juni 2023, setelah meningkat tajam 65,2% yoy pada bulan sebelumnya.

“Kabar lainnya datang dari Goldman Sachs bank investasi global yang berpusat di Amerika Serikat, memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2050 seiring ledakan ekonomi negara berkembang lain yang mengalahkan negara maju,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Goldman Sachs menyiratkan bahwa akan ada lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2050, diukur dalam Dolar AS riil, negara tersebut diantaranya adalah China, Amerika Serikat, India, Indonesia, dan Jerman.

Sedangkan dari mancanegara, ekspektasi inflasi tahunan pada tingkat konsumen di Australia mencapai 5,2% pada Juli 2023, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 5,1%, angka tersebut membenarkan pernyataan gubernur bank sentral Australia Philip Lowe baru-baru ini bahwa ekspektasi inflasi berjalan dengan baik.

Baca juga: GPF Kembali Lepas Saham GOTO 172,66 Juta Lembar, Sisanya Tinggal Segini

Dari sisi Asia, surplus neraca perdagangan di China turun menjadi USD70,62 miliar pada Juni 2023 dari USD97,41 miliar pada Juni 2022 dan di bawah perkiraan pasar sebesar USD74,80 miliar, sejalan dengan ekspor yang turun lebih dalam dibandingkan impor di tengah lemahnya permintaan dari dalam dan luar negeri.

Angka ekspor China mengalami penurunan 12,4% yoy selama dua bulan beruntun dan penurunan paling tajam sejak Februari 2020, dimana lebih dalam dari konsensus pasar yang memprediksi turun 9,5%, sementara impor turun 6,8% yoy.

Adapun, Ajaib Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk perdagangan hari ini, diantaranya MIKA, WIRG, dan SMGR.

MIKA
Buy: 2.840
TP: 2.930
Stop loss: <2.760

MIKA dalam skenario three white soldiers, ditandai dengan volume spike pada perdagangan terakhir dan berhasil break MA-5, MA-20, dan MA-50. Dari sisi oscillator, pergerakan sudah mulai meninggalkan area netral dan masuk pada area overbought.

Mayoritas saham emiten rumah sakit (RS) mencatat kenaikan usai DPR-RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesehatan sebagai UU. Sementara itu, MIKA menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp800 miliar pada 2023. Dana capex ini akan digunakan untuk membangun rumah sakit baru serta menambah alat-alat medis bagi rumah sakit yang sudah beroperasi.

WIRG
Buy: 154
TP: 159
Stop loss: <151

Secara pergerakan harian WIRG berhasil break area resistance di level 146 – 154. Posisi saat ini bergerak uptrend dengan konfirmasi pergerakan harian di atas Moving Average.

WIRG akan mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada 2023. Tahun ini, pendapatan sang penguasa platform metaverse tersebut ditargetkan mencapai Rp4-4,1 triliun, yang menyiratkan lompatan pertumbuhan 136-142% yoy.

SMGR
Buy: 6725
TP: 6925
Stop loss: <6575

Secara teknikal SMGR dalam tren bullish jangka pendek dengan regresi tren mencapai 89%, hal ini juga tercermin dari pergerakan volume yang solid di atas rata-rata 10 hari. Dari sisi oscillator, stochastic telah bergerak menguat memasuki zona overbought.

Penurunan harga batubara menjadi katalis positif untuk industri semen. Kinerja Semen Indonesia didukung harga jual yang kompetitif dan potensi permintaan yang lebih tinggi dari pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), SMGR juga menargetkan tambahan pasar ekspor untuk memperbaiki kinerja. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

6 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

7 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

11 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

20 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

20 hours ago