Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pilarmas Investindo Sekuritas melihat indeks harga saham gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (4/8) akan berpotensi mengalami pelemahan secara terbatas dengan level support 6.879 dan level resistance 6.933.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.879-6933,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, 4 Agustus 2023.
Kemudian, Pilarmas melihat sektor yang hari ini diperkirakan akan berpotensi meningkat adalah sektor yang berkaitan dengan minyak, hal ini karena Arab Saudi kembali memperpanjang pengurangan produksi minyak selama satu bulan.
Baca juga: Aliran Modal Asing Masuk Rp700 Miliar ke RI, Pasar Saham Mendominasi
“Arab Saudi, sebagai pemimpin dari OPEC akan mulai melanjutkan pengurangan sebanyak 1 juta barel per hari, yang dimulai sejak bulan lalu hingga bulan September mendatang. Hal ini tentu saja akan mempertahankan produksi sekitar 9 juta barel per hari, dimana hal tersebut merupakan level terendah dalam beberapa kurun waktu terakhir,” imbuhnya.
Pengurangan tersebut bertujuan untuk mendukung stabilitas dan keseimbangan pasar minyak yang dipicu dengan berlanjutnya pelemahan ekonomi China hingga adanya potensi resesi di Amerika Serikat (AS).
Sehingga, atas dasar yang dilakukan terkait dengan pengurangan produksi, telah mendorong harga minyak Brent mengalami kenaikkan sebanyak 2,1 persen, dan di perdagangan mendekati USD85 per barel, begitupun dengan minyak WTI yang di perdagangan pada level USD81,75.
Adapun, Pilarmas hari ini merekomendasikan saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More