Ilustrasi: Neraca perdangan Indonesia. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) nasional mengalami deflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada April 2025. Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi IHPB tercatat sebesar 1,63 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa deflasi IHPB terjadi di hampir seluruh sektor pada April 2025.
“Deflasi secara bulanan disebabkan oleh seksi hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mengalami deflasi sebesar 0,72 persen dengan andil sebesar 0,13 persen. Sementara, pada seksi lainnya masih mengalami inflasi secara bulanan,” kata Pudji dalam Rilis BPS, Jumat, 2 Mei, 2025.
Baca juga: IHPB Alami Inflasi 0,39 Persen pada Desember 2024, Sektor Ini Paling Tinggi
Sementara itu, IHPB sektor bangunan atau konstruksi pada April 2025 mengalami inflasi sebesar 0,10 persen secara bulanan. Secara tahunan, tingkat inflasi sektor ini tercatat mencapai 1,08 persen.
Pudji menjelaskan bahwa beberapa kelompok jenis bangunan mengalami inflasi, di antaranya bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal sebesar 0,20 persen, bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan sebesar 0,06 persen, serta bangunan lainnya sebesar 0,61 persen.
Sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0,02 persen, serta kelompok bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi sebesar 0,04 persen.
Baca juga: IHPB September 2023 Naik 3,28 Persen, Sektor Ini Tertinggi
Kemudian komoditas bahan bangunan mencatat kenaikan harga selama April 2025, di antaranya bahan bangunan lainnya dari batu naik sebesar 0,05 persen, pipa aluminium 0,02 persen, dan pasir 0,02 persen.
Namun, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga, seperti semen turun 0,01 persen, rangka bangunan turun 0,01 persen, dan besi tulangan (besi beton) turun 0,03 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More