News Update

IFSoc: Data Bansos Belum Tertata Baik

Jakarta – Pengelolaan dan pengumpulan data belum tertata baik untuk mengoptimalkan peranan fintech dalam distribusi dana bantuan sosial (bansos). Padahal, tata kelola data yang baik akan mempengaruhi target penyaluran bansos yang dikehendaki.

Indonesia Fintech Society (IFSoc) merekomendasikan agar pemerintah membenahi data terkait penyaluran bansos. Yose Rizal Damuri, Anggota Steering Committee IFSoc, menjabarkan rekomendasi itu antara lain, pertama, pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dapat dilakukan BPS dan Pemda dengan berbasis data kependudukan dari Dukcapil serta nomor handphone dari operator selular agar lebih cepat, tepat sasaran dan efisien.

“Kedua mengikut sertakan universitas/perguruan tinggi untuk dapat mengumpulkan data di masa datang. Ketiga, pembaruan DTKS juga dapat diberikan opsi untuk self registration, yang kemudian diverifikasi oleh Pemda dan pihak lainnya, serta penggabungan dengan sumber data lainnya seperti Dukcapil,” kata Yose, dalam Webinar, Selasa, 9 Maret 2021.

Yose menambahkan, negara lain seperti Kolombia sudah melakukan pertukaran data antara sektor keuangan dan operator telekomunikasi masyarakat terhadap pembayaran digital berdasarkan akses ke konektivitas. “Kolombia menciptakan “situation room” dimana pemangku kepentingan (termasuk swasta) dapat bertemu sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan dan menciptakan solusi seperti menghilangkan biaya ATM,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, negara-negara mulai mendorong inklusi finansial dengan menggunakan teknologi, termasuk digitalisasi penyaluran bansos. Untuk itu, IFSoc berpandangan saat ini pemerintah harus membuka pintu dengan melihat fintech sebagai alternatif tambahan penyaluran bansos.

“Untuk tahap awal, pemerintah dapat memanfaatkan sandbox sebagai ruang uji coba digitalisasi penyaluran bansos, termasuk kerjasama antara Bank dan Fintech,” kata Yose Rizal Damuri. (*) Ayu Utami.

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

7 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

11 mins ago

Allo Bank Kantongi Laba Rp574 Miliar di 2025, Tumbuh 23 Persen

Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More

25 mins ago

Aditya Jayaantara Pejabat OJK yang Tidak Jadi Mundur, tapi Dimutasi

Poin Penting Isu pengunduran diri pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencuat, namun Aditya Jayaantara dipastikan… Read More

58 mins ago

Purbaya Soroti NPL KUR 10 Persen, Kaji Pengambilalihan PNM untuk Efisiensi UMKM

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soroti NPL KUR 10% dan pertimbangkan pengambilalihan PNM dari… Read More

1 hour ago

44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga

Poin Penting Sebanyak 44 penerima beasiswa LPDP dijatuhi sanksi, 8 di antaranya wajib mengembalikan dana… Read More

2 hours ago