Jakarta–Forum IFN Indonesia kembali digelar untuk ke-5 kalinya yang dihadiri oleh lebih dari 300 profesional industri terkemuka asean. Bertempat di Four Seasons Hotel acara ini juga dihadiri oleh Robert Pakpahan selaku Direktur Jenderal Pembiayaan Anggaran dan Manajemen Risiko di Kementerian Keuangan RI.
Robert Pakpahan berharap, dengan hadirnya forum ini diharap para pelaku perbankan syariah di Indonesia maupun di dunia dapat mengenal perkembangan keuangan syariah (Islamic Finance) dan dapat melengkapi diri untuk menghadapu tren ke depan.
Baca juga: Penggunaan Dana Haji untuk Proyek Infrastruktur Terus Dikaji
“Yang ditawarkan di diskusikan ini ialah debat topik yang dapat memberikan solusi. Dan diharapkan para pelaku perbankan syariah dapat mengenali ikhtisar keuangan dan perbankan Islam Indonesia yang bertujuan untuk memberi peserta kesempatan untuk melengkapi diri dengan perkembangan terakhir di negara ini,” ungkap Robert di Jakarta, Kamis, 27 Juli 2017.
Dirinya juga menyebut, dalam forum ini juga diharap para pelaku keuangan dapat mengetahui bagaimana perbankan syariah mempertahankan arah dan pertumbuhannya, dan peluang apa saja yang ditawarkan oleh kebutuhan Indonesia untuk mendanai pengembangan infrastruktur.
Selain dihadiri oleh pelaku keuangan di Indonesia, dalam Forum IFN Indonesia 2017 kali ini juga dihadiri jajaran pelaku bisnis yang terdiri dari pemain industri senior, pengambil keputusan dan regulator dari 14 negara di Asia, Eropa, Timur Tengah dan Afrika untuk mengeksplorasi peluang keuangan Syariah yang menarik di negara ini. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More