Keuangan

IFG Membiru, Robertus Billitea Masuk Top 100 CEO 2021

Jakarta – Indonesia Financial Group (IFG), BUMN holding perasuransian dan penjaminan yang baru dibentuk pada awal tahun 2020 ini telah berhasil menunjukkan rapor kinerja yang membiru.

Hingga Juni 2021, IFG berhasil membukukan laba tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp1,8 triliun atau sama dengan 180% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) semester I 2021 yang sebesar Rp1 triliun. Secara tahunan, laba IFG naik 178% dari tahun lalu. Dimana kenaikan laba ini adalah kontribusi dari kenaikan laba anak-anak usaha IFG yang rata-rata mencapai 55%.

Di samping laba, ekuitas IFG juga naik melampaui target yakni Rp43,13 triliun atau 2% lebih tinggi dari target di RKAP semester I 2021 yang sebesar Rp42,17 triliun. Likuiditas IFG pun berada dalam keadaan sehat, yakni sebesar 1,76 kali atau 27% lebih baik dari target RKAP semester I 2021 yang sebesar 1,38 kali.

Di bawah pimpinan Robertus Billitea sebagai Direktur Utama IFG, IFG terus berkomitmen untuk melakukan transormasi dari sisi tata kelola, proses bisnis, sumber daya manusia, hingga inovasi dan pengembangan teknologi informasi. Maka dari itu, layaklah bila Robertus yang merupakan mantan Komisaris Independen Bank Mandiri ini masuk ke dalam jajaran Top 100 CEO 2021 versi Infobank.

Pria kelahiran 1966 ini menjadikan reformasi sumber daya manusia (SDM) dan penguatan internal menjadi strategi untuk melakukan transformasi di tubuh anak-anak usahanya. Dirinya juga memiliki pengalaman karir sebagai pengacara, direktur hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan direktur hukum Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Sebagai informasi, IFG hingga kini telah membawahi sejumlah perusahaan BUMN, yakni Bahana Sekuritas, Bahana Kapital Investa, Bahana TCW Investment Management, Bahana Artha Ventura, Graha Niaga Tata Utama, Jasa Raharja, Asuransi Jasindo, Askrindo Insurance, Jamkrindo, dan IFG Life. (*) Steven

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

9 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

18 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

34 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

46 mins ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago