Keuangan

IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp10,7 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting

  • IFG Life dan Mandiri Inhealth membayar klaim dan manfaat asuransi senilai Rp10,7 triliun kepada lebih dari 1,1 juta peserta sepanjang 2025
  • IFG Life dan Mandiri Inhealth menekankan layanan yang jelas, mudah, konsisten, dan tepercaya bagi peserta, selain manfaat asuransi
  • Setelah Mandiri Inhealth bergabung ke IFG pada 2024, keduanya memperluas akses layanan kesehatan melalui lebih dari 8.000 provider rekanan di seluruh Indonesia.

Jakarta – PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dan PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) membayar klaim dan manfaat asuransi dengan total nilai Rp10,7 triliun kepada lebih dari 1,1 juta peserta sepanjang 2025.

Ryan Diastana Firman, Direktur Keuangan merangkap Plt. Direktur Operasional IFG Life mengungkapkan sebagai bagian dari IFG, BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, perseroan memastikan peserta mendapatkan klaim dan manfaat asuransi secara tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang diperjanjikan dalam polis.

“Kemampuan perusahaan dalam membayar klaim dan manfaat secara konsisten merupakan indikator penting keberlanjutan bisnis asuransi. Sepanjang 2025, IFG Life telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp6,3 triliun kepada lebih dari 480.000 peserta,” ujar Ryan dalam keterangan resminya dikutip 12 Februari 2025.

Baca juga: IFG Life Tingkatkan Layanan Pengajuan Klaim Jatuh Tempo melalui Kantor Layanan Khusus

Sementara Marihot H. Tambunan, Plt. Direktur Utama Mandiri Inhealth menambahkan, pihaknya ingin para peserta merasakan proses layanan asuransi yang jelas dan mudah.

“Fokus perusahaan bukan hanya pada manfaat, tetapi juga pada pengalaman peserta saat menggunakan layanan Mandiri Inhelath,” jelasnya.

Dia melanjutkan, dengan dukungan jaringan layanan yang luas, Mandiri Inhealth terus berupaya memastikan peserta mendapatkan layanan yang konsisten, dapat diandalkan, dan tepercaya.

“Untuk menjaga kepercayaan tersebut, Mandiri Inhealth telah membayar klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp4,4 triliun,” jelasnya.

Baca juga: Ketua Umum DAI Imbau Industri Asuransi Sesuaikan Produk dengan Kebutuhan Masyarakat

Ekosistem IFG

Seiring penguatan kolaborasi setelah bergabungnya Mandiri Inhealth ke dalam ekosistem IFG pada 2024 lalu, kedua perusahaan kini fokus memperluas dampak layanan bagi masyarakat. Sinergi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem perlindungan yang relevan dengan kebutuhan peserta.

“Dengan dukungan lebih dari 8.000 provider layanan kesehatan rekanan di berbagai wilayah di Indonesia, IFG Life dan Mandiri Inhealth memperluas akses terhadap layanan kesehatan dan perlindungan bagi keluarga Indonesia,” tutup Marihot. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Cara Bank Sampoerna Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan

Poin Penting SampoernaFest 2026 digelar untuk literasi & inklusi keuangan memadukan memadukan hiburan, edukasi, dan… Read More

3 mins ago

Pencairan Kredit Sritex, dari Fakta Persidangan, Bukan Intervensi Babay, Direktur Bank DKI

Poin Penting Invoice fiktif terungkap: Persidangan Sritex menyoroti penggunaan invoice palsu sebagai dasar penarikan fasilitas… Read More

2 hours ago

Penerbitan Obligasi Korporasi Melonjak 89,87 Persen, Tembus Rp284,3 T Sepanjang 2025

Poin Penting Total penerbitan surat utang korporasi melonjak 89,87 persen menjadi Rp284,3 triliun pada 2025,… Read More

2 hours ago

IHSG Kembali Menguat, Dibuka Naik 0,36 Persen ke Level 8.321

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,36 persen ke 8.321,02, setelah penutupan kemarin naik 1,96 persen… Read More

2 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini (12/2) Kompak Stagnan, Cek Rinciannya

Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS stagnan pada Kamis, 12 Februari 2026, tanpa… Read More

2 hours ago

Rupiah Melemah 0,15 Persen ke Rp16.811, Ini Proyeksi Pergerakannya

Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,15 persen ke level Rp16.811 per dolar AS dibandingkan penutupan… Read More

2 hours ago