Jakarta – Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) mendapatkan penghargaan sebagai Best Official
Carbon Exchange in an Emerging Economy di ajang Carbon Positive Awards 2025.
IDXCarbon menjadi satu-satunya organisasi dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan pada Carbon
Positive Awards 2025.
Hal ini menunjukan apresiasi atas komitmen dan kontribusi IDXCarbon dalam mendukung komitmen pemerintah Indonesia dalam menjalankan upaya dekarbonisasi.
Carbon Positive Awards 2025 diberikan oleh Green Cross United Kingdom kepada 100 dari 1.428 organisasi yang masuk ke dalam nominasi yang berasal dari beberapa kategori sesuai dengan kontribusi
masing-masing organisasi dalam ekosistem Pasar Karbon Wajib (Compliance Carbon Market) maupun
Pasar Karbon Voluntary (Voluntary Carbon Market).
Baca juga: Bursa Karbon Indonesia Bidik Sertifikasi Internasional, Targetkan MRA di Pertengahan 2025
Green Cross United Kingdom merupakan bagian dari organisasi Green Cross International, sebuah Non-Governmental Organization (NGO) yang didirikan pada 1993 dan berfokus pada isu keamanan, kemiskinan, serta lingkungan untuk masa depan yang lebih sustainable.
Direktur Utama BEI Iman Rachman menjelaskan, IDXCarbon memiliki peran penting sebagai salah satu fasilitas untuk membangun fondasi pasar karbon Indonesia yang baru berjalan. Selain itu, IDXCarbon merupakan lembaga yang beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menyediakan platform yang robust dan teregulasi.
“IDXCarbon juga terintegrasi dengan Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) milik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk kemudahan dalam proses transfer unit karbon, meningkatkan traceability, dan meminimalisir potensi double counting,” ungkap Iman dikutip 15 Juli 2025.
Iman melanjutkan, IDXCarbon juga memiliki fasilitas mekanisme perdagangan bervariasi termasuk fitur pengelompokkan produk (standardized product) dan mendorong pasar yang transparan serta efisien dalam upaya memfasilitasi strategi dekarbonisasi Indonesia.
“Sebuah kehormatan BEI melalui IDX Carbon menerima penghargaan ini. Di tengah tantangan
dinamika dekarbonisasi dan perdagangan karbon global maupun nasional,” ungkap Iman.
Baca juga: BEI Tambah 5 Saham Baru Underlying Single Stock Futures, Ini Daftarnya
Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 11 Juli 2025, IDXCarbon telah mencatat total volume transaksi sebesar 1.599.326 ton CO₂e dengan nilai mencapai Rp77,95 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 980.475 ton CO₂e telah di-retire.
IDXCarbon kini melibatkan 113 Pengguna Jasa dan mencatat 3.054.454 ton CO₂e SPE-GRK atau setara 97 persen dari total unit yang diterbitkan dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI).
Sebanyak delapan proyek resmi terdaftar di IDXCarbon, mencakup berbagai sektor energi bersih dan pengelolaan limbah, hingga pemanfaatan limbah POME untuk biogas. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More