IDX Carbon Targetkan Volume Perdagangan 750 Ribu Ton Karbon di 2025

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai penyelenggara perdagangan Bursa Karbon atau IDX Carbon menargetkan volume perdagangan sekitar 500.000-750.000 ton Co2 ekuivalen melalui perdagangan internasional dan domestik sepanjang 2025.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengatakan bahwa, target tersebut masih cukup konservatif untuk tahun ini, dikarenakan IDX Carbon telah berhasil melampaui target 500.000 ton Co2 ekuivalen pada tahun lalu dan volume perdagangan mencapai 1.000.000 ton Co2 ekuivalen.

“Tahun lalu kan 500.000 ya kalau kita berharap mungkin kalau kita lihat barangnya yang ada sampai saat ini 1.000.000 mungkin 500.000 cukup konservatif ya (tahun ini), internasional dan domestik mungkin kita bicara 500.000-750.000 ton,” ucap Iman kepada media di Jakarta, 20 Januari 2025.

Baca juga: IDX Carbon Luncurkan Perdagangan Karbon Internasional

Sementara itu, untuk target pengguna jasa, Iman menargetkan pada tahun ini akan mencapai 200 pengguna jasa dari 104 pengguna jasa pada data saat ini. Sedangkan untuk target nilai transaksi ia belum dapat memastikan, dikarenakan perlu melihat dari harga karbonnya terlebih dahulu.

“(kalau target pengguna jasa? kan tahun ini 100 tambah tadi 16, (jadi tahun ini target pengguna jasa berapa) mungkin target kita 200, (kalau untuk nilai transaksinya akan mencapai triliunan di tahun ini) saya mesti lihat harganya kan,” imbuhnya.

Adapun guna mendukung target tersebut, IDX Carbon baru saja meluncurkan Bursa Karbon Internasional, di mana unit karbon yang telah diotorisasi sebanyak 1.780.000 ton CO2e yang berasal dari sektor energi.

Baca juga: 1 Juta Ton Karbon Terjual, IDXCarbon Kedatangan 3 Proyek Baru di Awal 2025

Dari sektor energi tersebut antara lain, Pengoperasian Pembangkit Listrik Baru Berbahan Bakar Gas Bumi PLTGU Priok Blok 4, Konversi Dari Pembangkit Single Cycle Menjadi Combined Cycle (Add On) PLTGU Grati Blok 2, Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air Minihidro (PLTM) Gunung Wugul, Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Gas Bumi Baru PLTGU PJB Muara Karang Blok 3, dan Konversi dari Pembangkit Single Cycle menjadi Combined Cycle Blok 2 PLN NP UP Muara Tawar. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

2 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

3 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

3 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

3 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

6 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

10 hours ago