Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI ), Prof Zubairi Djoerban mengingatkan masyarakat untuk mematuhi anjuran Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di 24 Kabupaten Kota Jawa-Bali.
Prof Zubairi bahkan menyebut bahwa berbagai Rumah Sakit (RS) daerah sudah mulai kewalahan serta frustasi menghadapi lonjakan kasus covid-19 yang terjadi belakangan ini.
“Tolong jadi perhatian. Mau itu PPKM atau PSBB, tapi stop jalan-jalan. Rumah sakit sudah frustrasi dan kewalahan. Lihat RSUD di Magetan atau Tarakan, yang menutup layanan. Ini bukan bohongan,” jelas Zubairi saat dikutip dari akun Twitternya @Profesorzubairi, Minggu 10 Januari 2021.
Terlebih, di musim hujan saat ini bayangan flu sering menghantui daya tahan kita. Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah bila tidak ada kegiatan yang mendesak.
“Bukan juga musim flu yang akan berlalu dengan nyaman. Ini tentang ancaman kematian,” tegasnya.
Sebagai informasi saja, penambahan kasus harian Covid-19 pada Jumat (8/1) kembali mencatat rekor tertinggi mencapai 10.617 kasus baru dalam 24 jam. Sementara itu pada hari ini (10/1) terdapat tambahan 9.640 kasus baru positif Covid-19 dimana DKI Jakarta menjadi daerah penambahan paling banyak dengan 2.711 kasus baru. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More