Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ( PB IDI ), Prof Zubairi Djoerban mengatakan, dalam menghadapi varian virus covid baru berkode B117 atau disebut VUI202012/01 (Variant Under Investigation) Pemerintah harus bergerak cepat dan tidak bisa hanya mengandalkan vaksin belaka.
Dirinya menyampaikan, penyebaran virus covid baru tersebut di negara Inggris cukup cepat. Dimana dalam waktu 2 minggu saja, 90% dari penambahan jumlah kasus di Inggris merupakan virus varian baru B117 tersebut.
“Memang tidak bisa mengandalkan vaksin saja karena ini sangat cepat,” kata Zubairi melalui video conference Youtube BNPB Indonesia, Selasa 29 Desember 2020.
Dirinya juga memperkirakan, varian baru tersebut memiliki tingkat penularan 71% lebih cepat dibandingkan covid-19. Dirinya menambahkan, kecepatan distribusi vaksin dikhawatirkan akan sulit menyaingi laju peningkatan kasus covid jenis baru tersebut.
“Kalau kita melihat persentase kasus positif dalam seminggu terakhir, amat serius karena 20% risiko penularan meningkat. Saya tak bisa bayangkan kalau virus Inggris masuk ke Indonesia,” ujar Zubairi.
Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan dengan serius. Karena dirinya dan para pakar lain optimis, varian baru covid ini tidak lebih berbahaya dari virus sebelumnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,26 persen ke level 6.971,02. Mayoritas sektor melemah, dipimpin sektor… Read More
Poin Penting: Trump mengeklaim AS mampu menghancurkan Iran dalam satu malam dan menyebut kemungkinan beraksi… Read More
Poin Penting Wacana pemotongan gaji menteri dan DPR masih dalam pembahasan. Menteri Keuangan Purbaya memperkirakan… Read More
Poin Penting Trisula Textile Industries mencatat laba bersih Rp12,57 miliar pada 2025, naik 9 persen… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah berbalik dari rugi Rp73,73 miliar (2024) menjadi laba Rp150,71 miliar… Read More
Poin Penting: Anggota DPR mendesak pemerintah segera intervensi pasar menyusul harga plastik naik yang membebani… Read More