Moneter dan Fiskal

ICAEW: Pemilu hingga Lebaran Jadi Penopang Ekonomi RI di Kuartal I 2024

Jakarta – Perekonomian di kawasan Asia Tenggara telah mengalami pertumbuhan yang beragam di masing-masing wilayahnya pada kuartal I 2024.

Hal itu dibuktikan oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,1 persen di kuartal I 2024. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5 persen.

Baca juga: Meski Ekonomi Global Makin Stabil, Bank Dunia Peringatkan Tantangan Ini

Sebuah riset Oxford Economics yang digagas oleh Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), menyatakan bahwa, pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh peningkatan konsumsi domestik.

ICAEW Head of indonesia, Conny Siahaan, mengatakan bahwa, perekonomian Asia Tenggara masih menunjukkan hasil yang relatif kuat terutama di Indonesia dibandingkan dengan paruh keempat tahun lalu.

“Melalui riset ini, kami berharap setiap pihak yang terlibat dan berperan dalam menggerakkan roda ekonomi bisa memanfaatkan setiap peluang dan sekaligus mengambil langkah yang cermat untuk membantu menggerakkan pertumbuhan ASEAN ke arah yang lebih baik dan stabil di masa depan,” ucap Conny dalam keterangan resmi dikutip, 16 Juni 2024.

Adapun, dari sisi pertumbuhan ekonomi Indonesia, konsumsi domestik menjadi pendorong utama. Hal ini dikarenakan pada kuartal I 2024 terdapat pengeluaran terkait Pemilu di sektor publik dan adanya transaksi Ramadan dan Idul Fitri.

Baca juga: Bagaimana Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Jika Jadi Anggota OECD? Ini Jawaban Airlangga

Meski konsumsi rumah tangga disinyalir akan mengalami kesulitan karena hambatan terkait kebijakan moneter, namub diharapkan konsumsi tersebut dapat tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain Indonesia, negara Asia Tenggara lainnya, yakni Vietnam mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat sebesar 5,6 persen di kuartal I 2024, meski menurun dari periode tahun sebelumnya yang berhasil menyentuh pertumbuhan 6,7 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

Poin Penting BSN menggelar Developer Gathering 2026 di empat kota sebagai langkah strategis menjadikan developer… Read More

3 hours ago

BCA Insurance Luncurkan Aplikasi BIG, Bidik 20 Ribu Pengguna di 2026

Poin Penting BCA Insurance luncurkan BIG (BCA Insurance Guard) sebagai aplikasi mobile untuk mempermudah nasabah… Read More

3 hours ago

Intip Kinerja Bisnis Emas BSI Setelah Berstatus Bullion Bank

Poin Penting Dalam waktu kurang dari setahun sebagai bank emas, total nasabah bisnis emas BSI… Read More

3 hours ago

BCA Digital Perluas Penyaluran Kredit Ritel Lewat bluExtraCash

Poin Penting Sepanjang 2025, BCA Digital menyalurkan kredit Rp8,6 triliun atau tumbuh 38 persen secara… Read More

4 hours ago

Pasar Saham Tertekan, Begini Jurus Investasi Aman di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG sempat turun tajam hingga 7.654 dan memicu trading halt dua kali akibat… Read More

8 hours ago

Meski Daya Beli Melemah, Amartha Yakin Prospek Pembiayaan UMKM 2026 Tetap Moncer

Poin Penting Amartha optimistis pembiayaan UMKM, khususnya segmen ultra mikro, tetap tumbuh karena kebutuhan modal… Read More

8 hours ago