Ilustrasi: Modus scam Telegram palsu. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat telah menerima 411.055 laporan penipuan sejak 22 November 2024 hingga 28 Desember 2025, dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp9 triliun.
IASC yang merupakan inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berhasil menyelamatkan dana senilai Rp402,5 miliar dari total kerugian tersebut.
Untuk memperkuat penanganan penipuan atau scam, OJK menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri).
Penandatanganan PKS Nomor: PRJ-1/EP.1/2026 dan Nomor: PKS/3/I/2026 tentang Penanganan Laporan Pengaduan Pada Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) tersebut turut disaksikan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.
Baca juga: OJK Terbitkan Aturan Penilaian Tingkat Kesehatan Sektor PPDP, Ini Poin-poinnya
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa kerja sama ini memudahkan masyarakat korban scam untuk menyampaikan laporan kepada kepolisian melalui sistem IASC di iasc.ojk.go.id.
Laporan pengaduan tersebut dibutuhkan dalam proses pengembalian sisa dana milik korban oleh pelaku usaha jasa keuangan.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penegakan hukum dan penangkapan pelaku penipuan oleh Polri.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini sebagai salah satu wujud nyata komitmen lembaga negara dalam hal ini OJK dan Polri dalam rangka melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat Indonesia,” kata Kiki sapaan akrabnya di Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
Adapun PKS tersebut mencakup penanganan laporan pengaduan dan laporan polisi, peningkatan kapasitas serta pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung.
Penandatanganan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah laporan dan korban penipuan di Indonesia.
Modus penipuan umumnya dilakukan secara daring dengan memanfaatkan layanan keuangan, seperti transfer rekening bank dan virtual account, pengisian saldo dompet digital, hingga pembelian aset digital termasuk kripto.
Baca juga: Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal
Oleh karena itu, melalui sinergi ini, OJK dan Bareskrim Polri berkomitmen mempercepat proses pengembalian dana korban serta meningkatkan pelindungan dan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam memberantas penipuan di sektor keuangan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More
Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen interim Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham untuk Tahun… Read More
Oleh Tim Infobank KASUS yang menjerat Yuddy Renaldi, Direktur Utama (Dirut) Bank BJB di Pengadilan… Read More
Poin Penting OJK terbitkan POJK 33/2025 untuk menyempurnakan kerangka penilaian tingkat kesehatan sektor perasuransian, penjaminan,… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,46 persen ke level 9.074,10 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More