Jakarta – BRIsyariah meluncurkan Kemaslahatan Untuk Raykat Madani (i-Kurma) yang merupakan aplikasi digital untuk memproses pembiayaan mikro. Tujuannya adalah guna mempercepat internal business process BRIsyariah yang akan berdampak pada percepatan pelayanan nasabah.
Selama ini, proses bisnis pembiayaan mikro membutuhkan waktu kurang lebih selama 9 hari. Dengan i-Kurma, permohonan pembiayaan mikro bisa selesai hanya dalam 1 hari ketika dokumen yang diperlukan sudah lengkap.
Direktur Bisnis Ritel BRIsyariah, Fidri Arnaldy mengungkapkan, peluncuran i-Kurma ini merupakan langkah awal BRIsyariah untuk menuju transformasi digital. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa peluncuran i-Kurma juga dilatarbelakangi tantangan yang muncul dari lending fintech.
Hadirnya fintech memacu Bank BRIsyariah untuk dapat lebih baik dan lebih cepat dalam melayani nasabah. “Kami sadar tantangan saat ini bukan hanya datang dari sesama bank, tapi juga tekfin. Untuk itu kami meluncurkan i-Kurma agar layanan kepada nasabah bisa dipercepat,” ujar Fidri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 20 November 2019.
Fidri menambahkan, hingga September 2019, pembiayaan mikro BRIsyariah tercatat tumbuh sebesar 6,86% jika dibandingkan Juli 2019. Digitalisasi melalui i-Kurma ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Bank BRIsyariah ke depan.
Pembiayaan mikro ini ditujukan kepada masyarakat yang merintis usaha produktif berupa usaha mikro, kecil, menengah dan telah menjalani usahanya minimal enam bulan. Sektor penyaluran pembiayaan mikro BRIsyariah meliputi perdagangan, pertanian dan kehutanan.
Bagi masyarakat yang tertarik dapat mengajukan pembiayaan mikro dengan memenuhi persyaratan dokumen antara lain aplikasi permohonan, indentitas diri dan pasangan (jika telah menikah), KTP elektronik, copy NPWP, fotokopi KK / surat nikah dan Surat Izin Usaha Mikro dan kecil (IUMK) atau Surat Ijin/Keterangan Usaha dari pemerintah setempat. (*) Evan Yulian Philaret
Poin Penting IHSG perdagangan perdana 2026 ditutup menguat 1,17% ke level 8.748,13 dengan nilai transaksi… Read More
Poin Penting BEI menargetkan pasar modal RI masuk 10 besar bursa dunia pada 2030 melalui… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya optimistis IHSG tembus 10.000 pada akhir 2026, meski penutupan 2025 hanya… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo kembali absen di pembukaan perdagangan BEI 2026 karena menjalani kunjungan kerja… Read More
Oleh Wilson Arafat, Governance, Risk & Compliance (GRC) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) Specialist… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,90% ke level 8.724,90 dengan nilai transaksi mencapai Rp11,86… Read More