Ilustrasi: Pilihan mobil listrik di Indonesia kian beragam, salah satunya Hyundai Ioniq 5/Galih Pratama
Jakarta – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyerahkan sebanyak 117 unit mobil listrik Hyundai Ioniq 5 kepada Kementerian Sekretaris Negara Republik Indonesia (RI).
Nantinya, Hyundai Ioniq 5 dijadikan sebagai kendaraan resmi operasional ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Mei mendatang.
Woojune Cha, President Director PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengatakan, pihaknya senang bisa meneruskan sinergi dengan pemerintah mendukung ASEAN Summit 2023.
“Sebelumnya kami juga menyediakan kendaraan resmi untuk G20 Summit 2022,” ujar Woojune Cha dikutip Selasa, 25 April 2023.
Sementara, Setya Utama, Sekertaris Kementerian Sekretariat Negara RI mengatakan, mobil Hyundai Ioniq 5 akan dipergunakan untuk berbagai keperluan mobilitas menteri, protokol, security dan untuk mobil penyelamatan dalam rangkaian VVIP dan Spouse.
“Satu hal lagi, penggunaan mobil listrik ini memang menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendukung industri mobil listrik untuk kita mengembangkan energi hijau dan biru di Indonesia,” ujar Setya.
Adapun Hyundai menggunakan Ioniq 5 tipe Signature Long Range dengan varian warna Midnight Black Pearl untuk seluruh armada yang disediakan.
Sementara, demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh perwakilan negara peserta, Hyundai juga melengkapi armada tersebut dengan Layanan Darurat 24 jam, Hyundai Roadside Assistance, Hyundai Mobile Service, Hyundai Mobile Charging dan Hyundai Service booth.(*)
Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More
Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More
Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More
Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More
Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More