Properti

Hutan Day Club Damara Village Ubud Lengkapi Destinasi Wisata Bali

Bali – Ketenaran Bali sebagai destinasi wisata dunia masih menjadi daya tarik tersendiri bagi aktivitas bisnis property development. Iklim usaha properti diyakini terus meningkat seiring kedatangan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata tersebut yang kian bertambah.

Hutan Day Club pun hadir untuk menambah fasilitas lifestyle dalam kawasan Damara Village Ubud Alaya Collection, Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali. Penghuni bisa menikmati beragam aktivitas seperti kolam renang, gym, yoga park, amphitheatre dan food and beverage (F&B).

“Kami punya komitmen tinggi dalam mewujudkan kenyamanan setiap penghuni. Ketersediaan fasilitas seperti ‘Hutan Day Club’ sangat penting untuk menunjang kenyamanan mereka,” ujar Direktur Damara Village Ubud Alaya Collection Ubud Andre Linggajaya dikutip 14 Maret 2023.

Pembukaan “Hutan Day Club” diawali penandatangan kerjasama antara, Founder Pison Coffee, Arlini Wibowo yang mewakili Cerita Makan Enak (CME) Group dengan Direktur Damara Village Ubud Alaya Collection  Ubud, Michael Sugiharto dan Andre Linggajaya di Pison Petitenget, Seminyak, Badung,  Bali,

Andre menjelaskan, Damara Village Ubud Alaya Collection terletak di lokasi super premium, hanya 4 menit ke Ritz Carlton Ubud, 5 menit ke Four Seasons Ubud, 5 menit ke Ayung River, 15 menit ke Monkey Forest, dan 15 menit ke Pison Ubud.

Damara Village Ubud Alaya Collection dibangun di atas lahan seluas 1,3 hektar pada kawasan Kedewatan Ubud yang memiliki panorama indah dan asri. “Kondisi ini memungkinkan bagi penghuni untuk dapat menikmati hidup yang nyaman karena Damara Village Ubud Alaya Collection dikembangkan dengan tema Living by Nature,” terangnya.

Nantinya, seluruh pengelolaan Damara Village Ubud Alaya Collection ditangani oleh Alaya Hotels & Resorts, operator hotel dan resort mewah. Selama ini, Alaya Hotels & Resorts telah sukses mengoperasikan sejumlah resort di Bali, seperti Alaya Resort Ubud, Alaya Dedaun Kuta, Dala Spa, Cerita Manisan Restoran, dan Pison Coffee Ubud.

Sementara itu, Michael Sugiharto mengungkapkan, aktivitas pengembangan properti yang ditanganinya terus berjalan sesuai rencana. Pun soal pemasaran, perusahaannya tak pernah mengendurkan aktivitasnya.

“Potensi pasar properti baik residensial maupun komersial di Bali terbilang masih terbuka lebar. Setidaknya, kami telah membuktikan dengan memasarkan Damara Village Ubud Alaya Collection tahap pertama yang sold out dalam kurun waktu 9 bulan,” kata Michael.

Dia menuturkan, sebagai destinasi wisata internasional, Bali selalu menjadi magnet bagi masyarakat dunia. Ini memacu kebutuhan properti sebagai salah satu pendukung utamanya terus meningkat dari waktu ke waktu.

“Damara Village Ubud Alaya Collection merupakan jawaban bagi masyarakat Indonesia maupun para ekspatriat dan investor yang ingin memiliki hunian premium di sekitar destinasi wisata internasional sekaligus investasi menjanjikan. Kita tahu untuk segmen pasar ini pasokannya masih terbatas,” imbuhnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 mins ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

9 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

9 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

10 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

11 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

11 hours ago