Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Industri Jadi Kunci Pengembangan Sektor Keuangan
London — HSBC Holdings Plc, perusahaan induk dari Grup HSBC mengumumkan telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan bernilai lebih dari $25 miliar di 35 negara. Perusahaan menargetkan total pembiayaan berkelanjutan sebesar $100 miliar hingga tahun 2025. Secara geografis, pembiayaan berkelanjutan tersebut hingga kuartal ketiga 2018 didistribusikan ke Eropa 47%, Asia 33%, Amerika 16% dan Timur Tengah, Afrika Utara dan Turki 4%.
“Kami menetapkan komitmen $100 miliar sebagai pengakuan atas besarnya tantangan dalam transisi menuju masa depan rendah karbon. Seperti yang diungkapkan dalam laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB baru-baru ini, tantangan tersebut sangat mendesak dan belum pernah ada sebelumnya. Oleh karena itu, kami senang dapat membuat kemajuan pada target kami, tetapi kami mengakui masih banyak yang harus dilakukan,” Daniel Klier, Global Head of Sustainable Finance, Senin (19/11).
Komitmen bernilai $100 miliar tersebut, yang menunjukkan upaya intensif untuk mengatasi risiko sistemik dari perubahan iklim, berbentuk pinjaman hijau, obligasi berkelanjutan ramah lingkungan, suntikan dana investasi rendah karbon dan dukungan terhadap transaksi hijau bersertifikat. Rincian secara lengkap akan diberikan dalam update ESG untuk Musim Semi 2019.
Janji tersebut, yang merupakan salah satu dari lima komitmen baru yang ditetapkan oleh HSBC pada bulan November 2017, telah membuka pasar baru untuk mendukung pembiayaan rendah karbon di masa depan. Fasilitas baru ini juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan bank.
Contohnya adalah, sebagai pemimpin global dalam penerbitan obligasi hijau dan berkelanjutan, HSBC membantu Indonesia menerbitkan sukuk hijau pertama ($ 1,25 miliar) dan Negara Federal North Rhine-Westphalia untuk menerbitkan obligasi keberlanjutan terbesar yang pernah ada (€ 2,025 miliar). (Ayu Utami)
Poin Penting IHSG berbalik menguat pada pembukaan perdagangan 13 Januari 2026, naik 0,56 persen ke… Read More
Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Selasa (13/1/2026) ke level Rp16.873 per dolar AS,… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak naik pada Selasa, 13 Januari 2026, mencakup produk… Read More
Oleh Mudrajad Kuncoro, Guru Besar Prodi Pembangunan Ekonomi Kewilayahan Sekolah Vokasi UGM dan Penulis Buku… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi sideways cenderung melemah, dengan peluang menguji area support 8.725–8.800, seiring belum… Read More
Poin Penting DPR meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan WNI di Iran, menyusul eskalasi demonstrasi besar akibat… Read More