Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, menambahkan kerja sama strategis antara HSBC dan Putera Sampoerna Foundation merupakan sebuah sinergi yang ditujukan untuk penciptaan sumber daya manusia berkompetensi tinggi, dan menjadikan Indonesia kian diperhitungkan di kancah internasional.
“Partisipasi generasi muda dalam berbagai kompetisi prestisius seperti HSBC BCC ini, merupakan cara yang efektif untuk membangkitkan semangat berkompetisi, serta melatih pola berpikir yang kreatif, kritis dan inovatif. Aspek ini akan membantu mereka dalam menghadapi tantangan persaingan di masa depan,” ujar Elan.
Dalam HSBC BCC, setiap tim peserta yang terdiri atas empat orang akan dikarantina dalam ruangan tertutup dan diberi kasus bisnis sesungguhnya dari perusahaan-perusahaan multinasional.
Mereka diminta berdiskusi dan menganalisa permasalahan bisnis yang telah disiapkan oleh Asia Case Research (ACRC) tanpa bantuan buku dan sumber informasi lain, hingga kemudian harus menghadirkan gagasan solusi di depan panel juri.
Pada akhirnya, akan terpilih tiga tim yang akan bertanding di babak final. Untuk menentukan juara, finalis akan diadu kembali untuk mempresentasikan strategi bisnis terbaiknya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri mencermati risiko global (geopolitik, kebijakan perdagangan, volatilitas komoditas) serta dampak penurunan… Read More
Poin Penting Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88% sepanjang 2025, di tengah perlambatan kredit UMKM… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,53 persen ke level 8.103,87, dengan mayoritas saham terkoreksi (349… Read More
Poin Penting Seorang siswa SD di NTT bunuh diri karena orang tuanya tak mampu membeli… Read More
Poin Penting Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp56,3 triliun pada 2025, ditopang pertumbuhan kredit 13,4… Read More
Poin Penting Keberadaan debt collector berperan sebagai credit collection support yang menjaga likuiditas, menekan risiko… Read More