Jakarta – Kuasa hukum PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), Hotman Paris Hutapea menegaskan bahwa Maybank Indonesia siap menggantikan uang nasabah atas nama Winda Lunardi yang diduga raib senilai Rp22 miliar asalkan ada kejelasan hukum atas kasus yang sedang dijalankan oleh Bareskrim.
Hotman juga mengajak Winda Lunardi dan ayahnya Herman Lunardi untuk bersama-sama bertemu di Kopi Johny menemukan solusi terbaik terkait kasus tersebut.
“Saya sudah menyarankan kepada Maybank, ini perlu dicatat, terlepas dari teka-teki ini, saya sudah minta ke Maybank bayar aja, suruh datang ke Kopi Johny, terlepas sambil menunggu,” ujar Hotman dalam wawancara di KompasTV, yang dikutip Infobanknews di Jakarta, Jumat, 13 November 2020.
Menurutnya, Maybank Indonesia pada dasarnya tak memiliki kewajiban ganti rugi atas hilangnya uang Winda di rekening bilamana ada unsur nasabah yang terlibat dalam kasus raibnya uang tersebut. Namun, hal ini belum bisa dibuktikan dan masih disekidiki oleh Bareskrim Polri.
Hal serupa juga disampaikan oleh Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Eddy O.S Hiariej yang menyarankan proses hukum untuk terus berjalan meski Maybank Indonesia telah mengganti dana nasabah tersebut. Menurutnya, seluruh pihak harus mentaati proses hukum yang sedang berjalan.
“Kepala cabang diproses hukum pidana, kalau nanti terbukti ada kongkalikong kepala cabang dan ayah Winda bisa dipertanggungjawabkan secara pidana,” tambah Eddy.
Sebelumnya, kasus bermula dari laporam Winda Lunardi ke Bareskrim Polri perihal uang tabungan miliknya dan sang ibunda, Floleta senilai total Rp22 miliar yang raib. kepolisian telah menetapkan tersangka atas nama A kepala cabang Maybank Indonesia Cipulir sebagai tersangka yang saat ini ditahan sementara oleh penyidik di Rutan Kejaksaan Negeri Tangerang. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh Paul Sutaryono PEMERINTAH meluncurkan aturan baru tentang devisa hasil ekspor (DHE) valas dari sumber… Read More
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More