Infobank
Jakarta- PT Home Credit Indonesia (Home Credit Indonesia) pada tahun ini optimis dapat mencapai angka pembiayaan di angka Rp 10 triliun atau meningkat hampir dua kali lipat dari pencapaian tahun 2017 lalu.
“Kita targetkan tahun ini bisa Rp10 triliun, karena melihat dari tahun sebelumnya yang dapat mencapai jauh dari target,” ungkap Jaroslav Gaisler, Chief Executive Officer Home Credit Indonesia di The Westin Jakarta, Selasa 6 Februari 2018.
Sebagai informasi, hingga sepanjang tahun 2017 berhasil mencetak angka pembiayaan hingga Rp 5,3 triliun atau meningkat hampir tiga kali lipat dibanding total pembiayaan di tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 1,8 triliun.
Baca juga: Home Credit Berniat Buka 10 Cabang Baru Sampai 2018
Dari total pembiayaan tersebut Jaroslav menyebut, kontribusi terbesar berasal dari kredit telepon seluler yang sebanyak 76 persen, dilanjutkan kredit barang elektronik sebesar 14 persen, dan kredit furnitur mencapai 10 persen. Dan untuk tahun 2018 ini, pihaknya masih tetap fokus pada penyaluran pembiayaan ke telepon seluler
“Kita tahun ini tetap fokus di pembiayaan telepon seluler hal tersebut karena pertumbuhan bisnis ini masih cukup pesat, tentunya ini juga didukung oleh banyak faktor, salah satunya adalah dengan adanya era digital,” tambah Jaroslav.
Tak hanya itu, Home Credit Indonesia juga mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan tetap menjaga risiko pembiayaan bermasalah di bawah batas yang ditetapkan oleh Otoritas yakni berada di angka 0,46 persen nett.
Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Poin Penting OJK menaikkan batas minimum free float saham menjadi 15 persen untuk meningkatkan kualitas… Read More
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More