Jakarta–Sejak 2014, Home Credit Indonesiia (Home Credit) gencar melakukan program literasi keungan. Selain untuk mendukung program dari Otoritas Jasa Keungan (OJK), program ini menjadi penting mengingat ini dekat dengan konsumen mereka.
“Penting bagi kami untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait industri keuangan. Dengan memiliki pengetahuan tentang keuangan yang lebih baik, konsumen bisa mengambil keputusan yang cerdas serta mengelola keungan pribadi mereka,” ujar Jaroslav Gaisler, CEO Home Credit dalam Talkshow bertajuk “Menuju Masyarakat Indonesia Paham Keungan” yang di gelar di Jakarta, Rabu, 22 Juni 2016.
Multifinance asal Rupublik Ceko ini telah mengedukasi lebih dari 515 orang sejak 2014. Sampai tengah tahun 2016 ini, Home Credit telah memberikan enam kelas literasi keuangan kepada lebih dari 297 orang. Pesertanya di antaranya adalah generasi muda, mahasiswa, ibu rumah tangga, pelaku usaha kecik dan menengah, pensiunan PNS dan swasta hingga karyawan Home Credit sendiri.
Selain membuka kelas literasi keuangan, Home Credit juga aktif melakukan kampanye di berbagai media sosial dengan nama #DoITCerdas. Disini, Home Credit memberikan tips bertransaksi keuangan dan pengetahuan tentang keuangan itu sendiri.
“Kami berharap program yang rutin kami lakukan ini dapat meningkatkan pengetahuan soal literasi keuangan masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,”imbuh Andy N. Gultom, Chief External Affairs Home Credit. (*) Novita Adi Wibawanti
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More