Jakarta–PT Home Credit Indonesia (Home Credit) mencatatkan kinerja terbaiknya hingga semester I-2017 dengan berhasil membukukan pembiayaan di angka Rp2,1 triliun. Angka tersebut meningkat jauh bila dibandingkan dengan pembiayaan semester satu tahun 2016 yang hanya mencapai Rp702 miliar.
“Total pelanggan yang kami layani sebanyak lebih dari 1,1juta orang. Total pertumbuhan pembiayaan ini naik tiga kali lipat dibandingkan total pembiayaan tahun 2016 lalu daiam periode yang sama yaitu Iebih dari Rp 702 miliar,” jelas Jaroslav Gaisler, Chief Executive Officer Home Credit di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2017.
Baca juga: Permudah Akses, Home Credit Go Digital
Tercatat dari total pembiayaan tersebut, kontribusi terbesar yakni 76 persen berasal dari pembiayaan mobile phone, diikuti barang elektronik sebesar 14 persen dan furnitur sebesar 10 persen. Jaroslav menambahkan, pertumbuhan bisnis yang cukup pesat ini didukung oleh banyak faktor, salah satunya adalah dengan adanya inovasi terbaru yaitu era digital.
Jaroslav juga mengungkapkan, bahwa hanya dalam kurun waktu 4 tahun beroperasi di Indonesia, Home Credit telah berhasil menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terbaik di Tanah Air untuk kategori pembiayaan consumer durables, dengan menyediakan formulir Aplikasi Online dan proses persetujuan yang cepat, sekitar 30 menit.
Home Credit Indonesia sendiri merupakan perusahaan internasional penyedia jasa pembiayaan multiguna untuk barang-barang konsumsi tahan lama seperti mobile phone, gadget, furnitur dan elektronik. Tercatat hingga Juni 2017, Home Credits Indonesia telah melayani lebih dari 1,1 Juta pelanggan setianya dengan lebih dari 7.000 titik distribusi penjualan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More