News Update

Home Credit Berniat Buka 10 Cabang Baru Sampai 2018

Jakarta–PT Home Credit Indonesia (Home Credit) terus meningkatkan penyebaran cabangnya di pelosok Indonesia. Jaroslav Gaisler, Chief Executive Officer Home Credit mengungkapkan, hingga tahun 2018 Home Credit Indonesia optimistis dapat membuka 10 cabang baru.

“Hingga tahun 2018 kita akan bangun 10 cabang baru. tiga cabang di akhir tahun ini dan tujuh cabang kita targetkan rampung akhir 2018 ” jelas Jaroslav di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Dirinya menambahkan, pada tahun ini Home Credit Indonesia akan membuka tiga cabang di kota Jambi, Cirebon dan Palu. Sementara tujuh cabang lainnya di tahun 2018 ialah Pangkal Pinang, Bengkulu, Ambon, Kupang, Kendari dan Gorontalo.

Baca juga: Home Credit Bukukan Pembiayaan Rp2,1 Triliun

Jaroslav mengungkapkan, perluasan cabang ini guna mendongkrak angka customer aktif di Home Credit. Adapun hingga Juni 2017, customer aktif Home Credit Indonesia telah mencapai 776 ribu nasabah. Secara keseluruhan sendiri, Home Credit telah melayani lebih dari 1,1 juta pelanggan. “Hingga akhir tahun kami targetkan bisa melayani 2 juta pelanggan,” ungkap Andy Nahil Gultom, Chief External Affairs Home Credit.

Tambahan informasi, saat ini layanan Home Credit telah dapat dinikmati oleh masyarakat di 48 kota besar dan kota sekitarnya di Indonesia. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

12 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

12 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

12 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

12 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

12 hours ago