Ekonomi dan Bisnis

Holding Tambang Untuk Penuhi Akuisisi Saham Freeport 51%

Jakarta – Komisi VII DPR-RI mengaku, keputusan pemerintah membentuk Holding BUMN Industri Pertambangan memiliki agenda utama untuk memenuhi target akuisisi 51 persen saham PT Freeport Indonesia yang selanjutnya akan dijadikan perusahaan pubik (go public).

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Fadel Muhammad mengatakan, Holding BUMN Pertambangan yang telah disetujui melalui RUPS Luar Biasa kemarin (29/11) tidak terbatas pada upaya penguatan aset, modal dan efisiensi bisnis perusahaan tambang nasional, namun ada agenda di balik upaya penggabungan perusahaan pelat merah tersebut,.

“Setelah ada holding BUMN tambang, selanjutnya fifty one percent (51 persen) saham Freeport akan kita ambil alih. Selanjutnya, ada arah untuk membuat Freeport go public dan sahamnya bisa dimiliki masyarakat dari pasar,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 29 November 2017.

Pada dasarnya, kata dia, tidak mudah bagi pemerintah untuk menguasai 51 persen Freeport, namun Presiden Jokowi meyakini bahwa Indonesia bisa menjadi mayoritas di perusahaan asal AS itu. “Bagi Pak Jokowi, prinsipnya dia mau bikin sejarah bahwa kalau dahulu Freeport milik asing, nantinya tinggal sejarah dan akhirnya jadi milik nasional,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, Presiden Jokowi sudah memutuskan untuk mengambil-alih Freeport. “Jadi, itulah tujuan utama dari holding BUMN Tambang. Kita memang harus mempunyai holding tambang yang besar. Presiden sudah memutuskan, saatnya kita memulai untuk menjadi mayoritas di Freeport,” tegas Fadel.

Meski tiga BUMN telah menjadi anak usaha PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), namun lanjut dia, DPR tetap memiliki fungsi pengawasan terhadap PT Bukit Asam Tbk, PT Aneka Tambang Tbk dan PT Timah Tbk. “Mereka tetap harus lapor DPR kalau ada rencana perubahan aset atau aksi korporasi. Fungsi kontrol kami tetap ada, ketiga perusahaan itu juga sudah presentasi soal itu,” tutup Fadel. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

5 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago