Ekonomi dan Bisnis

Holding BUMN Pangan ID FOOD Optimis Torehkan Laba Positif di 2023

Jakarta – Langkah pemerintah membangun sektor pangan nasional harus didukung penguatan peran para pelaku usaha pangan, di mana salah satunya BUMN Holding Pangan ID FOOD yang dibentuk pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan, inklusivitas, dan mewujudkan Perusahaan pangan berkelas dunia.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan, jelang tahun kedua pasca pembentukan, ID FOOD telah mengerjakan sejumlah program strategis untuk perbaikan kinerja internal dan penguatan ekosistem pangan nasional.

“Menjelang 2 tahun kiprahnya, ID FOOD telah melakukan perbaikan diantaranya dari sisi keuangan, pendapatan perseroan terus mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2021 ID FOOD tercatat menorehkan pendapatan Rp15,3 triliun dan meningkat menjadi Rp15,7 triliun di tahun 2022,” ujarnya dikutip 12 Oktober 2023.

Ia menambahkan, aset perusahaan juga terus mengalami peningkatan signifikan dari Rp27,9 triliun pada 2020 menjadi Rp28,6 triliun di tahun 2022. Dari sisi EBITDA atau earning before interest tax perusahaan juga mengalami tren positif, di mana dari tahun 2021 ke tahun 2022 mengalami peningkatan 51,8 persen dan diproyeksikan terus meningkat pada tahun 2023.

“Pada tahun 2021 ID FOOD mencatat EBITDA Rp247 miliar, tumbuh di tahun 2022 menjadi Rp375 miliar dan ditargetkan menyentuh Rp655 miliar di tahun 2023 ini. Kita optimis terus mengalami pertumbuhan, hal ini seiring gerakan transformasi EBITDA yang sedang digencarkan ID FOOD Group,” tuturnya.

Frans mengatakan, perbaikan kinerja keuangan ini tentunya mengarah kepada capaian positif laba di tahun 2023. “Pada tahun ini kami optimis bisa meraih laba. Ini artinya Pertama kali Holding BUMN Pangan mencatatkan laba sejak dibentuk. Kami harap ini menjadi momentum yang baik untuk penguatan sektor pangan ke depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, catatan pencapaian dan proyeksi tersebut merupakan bagian dari target kinerja yang telah dicanangkan dalam road map Holding BUMN Pangan. Pada periode awal atau di tahun 2022-2023 ini pihaknya mengaku fokus melakukan perbaikan mendasar atau Fix The Fundamental. 

“Fix the Fundamental Holding BUMN Pangan meliputi transformasi keuangan jangka panjang, seperti restru utang dan transformasi EBITDA, streamlining anak usaha, serta optimalisasi aset. Itu penting, karena apabila pilar kinerja keuangan ini kokoh maka akan menentukan berbagai aksi korporasi dan pengembangan Holding BUMN Pangan ke depan,” paparnya.

Proses perbaikan lainnya yang terus dilakukan, tambahnya, terkait aspek pengadaan, terutama optimalisasi supply chain serta production excellence dalam rangka mendorong proses produksi berjalan efisien, sehingga dapat menurunkan Harga Pokok Produksi (HPP).

“Revitalisasi dan perbaikan alat produksi menjadi faktor kunci yang ID FOOD terus dorong, sehingga kita punya HPP yang kompetitif. Untuk menjadi Perusahaan berkelas dunia produk pangan kita harus punya daya saing yang bagus,” ucapnya.

Frans mengatakan, langkah perbaikan dan penguatan Holding BUMN Pangan ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang memerintahkan penguatan BUMN pangan sebagai off taker atau penjamin pembelian hasil pertanian, peternakan, dan perikanan. “Dengan Holding BUMN Pangan yang semakin sehat, maka dukungan terhadap ketahanan pangan akan semakin kuat,” ucapnya.

Pembentukan Holding BUMN Pangan terlaksana pada 7 Januari 2022 melalui inbreng atau pemindahan saham pemerintah dari calon anggota holding yang terdiri dari PT Sang Hyang Seri, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Berdikari, PT Perikanan Indonesia, dan PT Garam ke induk holding, yaitu PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD.

Saat ini ID FOOD memiliki 8 lini bisnis yang dijalankan oleh 16 anak Perusahaan. Kedelapan lini bisnis tersebut meliputi gula, peternakan, garam, perikanan, tanaman pangan, perdagangan dan logistik, retail dan non food, dan supporting. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ombudsman Dukung Bank Jambi Tingkatkan Layanan Digital dan Perlindungan Nasabah

Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More

57 mins ago

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp131,9 Triliun per Januari 2026

Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More

1 hour ago

Implementasi Perpres 4/2026 dan Keterkaitannya dengan Pembiayaan Perbankan

Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More

1 hour ago

Celah Siber Masih Terbuka, Pengamat Dorong Industri BPD Perkuat Sistem IT

Poin Penting Lemahnya kontrol akses, monitoring belum real-time, dan pengawasan vendor jadi titik rawan industri… Read More

2 hours ago

Pendanaan Pinjol Melonjak Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Hidup Sesuai Kemampuan

Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More

2 hours ago

Penerimaan Pajak Januari 2026 Tumbuh 30,7 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More

2 hours ago