News Update

Holding BUMN Konstruksi Tunggu Legalisasi

Jakarta–Rencana holding BUMN bidang konstruksi kini menunggu proses legalisasi oleh pemerintah. Hal ini dikatakan oleh Deputi Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pontas Tambunan, pada acara sosialisasi program pembangunan infrastruktur oleh BUMN konstruksi.

“Proses holding bidang konstruksi dan perumahan sudah sampai tahap legalisasi. Saya bagi dua tahap. Pertama persiapan perusahaan itu sendiri, misal kajian dan sosialisasi, termasuk juga persiapan organisasi dan tahap proses hukumnya,” kata Pontas yang ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 29 Mei 2017.

Sinergi BUMN bidang infrastruktur ini menurut Pontas sangat penting. Sebab program percepatan infrastruktur untuk pemerataan ekonomi pengembangan daerah ekonomi baru yg dicanangkan pemerintah. “Jadi percepatan pembangunan ini kita harapkan dapat menumbuhkan daerah ekonomi baru,” jelasnya

Sementara itu di kesempatan yang sama, Direktur Utama BUMN bidang jalan tol Jasa Marga Desy Arryani mengaku mendukung holding ini demi mempercepat pencapaian target Jasa Marga yang ditargetkan pemerintah menybungkan 1.200 Kilometer jalan tol hingga 2019 mendatang di seantero Nusantara.

Di antara infrastruktur yang saat ini dibangun BUMN yang dikategorikan perusahaan konstruksi sarana dan prasarana ialah proyek tol Jabodetabek, Trans Jawa, trans Papua, trans Kalimantan hingga Trans Sumatera. (*) Akhmad Dani

Paulus Yoga

Recent Posts

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

6 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

7 hours ago

Tertarik Trading Menggunakan Leverage? Simak Strateginya Biar Nggak Boncos

Poin Penting Fitur leverage memungkinkan transaksi lebih besar dari modal, tetapi juga memperbesar potensi kerugian… Read More

7 hours ago

Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Nasabah Optimalkan Strategi “Buy the Dip”

Poin Penting Harga emas global bergerak fluktuatif dipengaruhi faktor ekonomi, inflasi, suku bunga, dan geopolitik… Read More

17 hours ago

60 Siswa Sakit Diduga akibat MBG, BGN Minta Maaf dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More

23 hours ago

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

1 day ago