Jakarta – Sekretaris Jenderal Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Afifa menilai rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membentuk holding asuransi BUMN hanya akan menunda permasalahan, dan tidak bisa menyelesaikan permasalahan.
“Kalau kita pakai ilmu kedokteran, kita tahu jika satu orang kena cancer, holdingisasi kalau menurut saya hanya memberikan morfin jadi hanya mengulur waktu tapi tidak menyembuhkan,” ujarnya pada focus group discussion Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.
Ia menambahkan, yang dibutuhkan dalam penyehatan Asuransi Jiwasraya adalah grand plan untuk menentukan strategi penyehatan Jiwasraya secara konkret.
“Artinya kalau dalam sisi bisnis, yang kurang adalah kita tidak punya grand plan untun strateginya seperti apa. Meaning, kalau memang harus di killed, we should kill. Itu kalau di bisnis swasta begitu,” ungkap Afifa.
“(Penyelesaian) langsung ke permasalahan dan harus berani mengambil cut loss kalau dalam istilah saham,” tutupnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Libur Program MBG selama Idul Fitri memberi efisiensi anggaran negara. Distribusi terakhir MBG… Read More
Poin Penting Pemerintah dan dunia usaha menyiapkan langkah antisipasi terkait isu dumping dan tenaga kerja… Read More
Poin Penting BGN menindak pelanggaran SOP program MBG, mayoritas berupa penghentian sementara operasional. Mulai dari… Read More
Poin Penting Bank Muamalat dan BMM memberikan santunan untuk 2.026 anak yatim, perlengkapan salat, dan… Read More
Poin Penting Prabowo menekankan pesan persatuan dan saling memaafkan pada Idul Fitri 1447 Hijriah. Presiden… Read More
Poin Penting Kapolri memprediksi puncak arus balik Idul Fitri dimulai 24 Maret 2026. Polri–TNI dan… Read More