Jakarta – Sekretaris Jenderal Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Afifa menilai rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membentuk holding asuransi BUMN hanya akan menunda permasalahan, dan tidak bisa menyelesaikan permasalahan.
“Kalau kita pakai ilmu kedokteran, kita tahu jika satu orang kena cancer, holdingisasi kalau menurut saya hanya memberikan morfin jadi hanya mengulur waktu tapi tidak menyembuhkan,” ujarnya pada focus group discussion Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2020.
Ia menambahkan, yang dibutuhkan dalam penyehatan Asuransi Jiwasraya adalah grand plan untuk menentukan strategi penyehatan Jiwasraya secara konkret.
“Artinya kalau dalam sisi bisnis, yang kurang adalah kita tidak punya grand plan untun strateginya seperti apa. Meaning, kalau memang harus di killed, we should kill. Itu kalau di bisnis swasta begitu,” ungkap Afifa.
“(Penyelesaian) langsung ke permasalahan dan harus berani mengambil cut loss kalau dalam istilah saham,” tutupnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More
Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More
Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More
Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More
Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More