Jakarta–Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk posisi Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan (IKNB), Hoesen memaparkan strateginya di depan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) ia mengungkapkan, ke depan dirinya akan menerapkan tiga strategi inisiatif IKNB pada lima tahun ke depan. “Dalam lima tahun kedepan saya akan terapkan strategi inisiatif IKNB bagaimana sejalan dengan Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2015- 2019,” ujar Hoesen di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 7 Juni 2017.
Dalam strategi inisiatif pertamanya ia berjanji akan meningkatkan kapasitas kelembagaan OJK dan memperkuat koordinasi dan kerja sama baik di lingkungan Internal OJK maupun dengan pihak eksternal. Hal ini diharapkan menciptakan sinergi yang optimal dalam pencapaian MPSJKI 2015- 2019.
Selanjutnya pada poin kedua, Hoesen juga berjanji ke depan pihaknya akan memperkuat hubungan kelembagaan DPR khususnya Komisi XI dalam meningkatkan kontribusi yang lebih besar di Sektor Jasa Keuangan (SJK) IKNB untuk pembangunan ekonomi nasional
Dan pada poin terakhir, ia juga akan mendorong kebijakan dan program inovasi keuangan digital untuk mendukung program keuangan inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan menggunakan inovasi keuangan digital seperti di Jepang, kita berharap inovasi tersebut akan mendukung sosialisasi kebijakan kedepan serta mendukung program keuangan inklusif,” jelas Hoesen.
Hoesen sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia sejak 2012. Sebelumnya, dia menjabat sebagai President Director of Indonesian Central Counterparty (KPEI) tahun 2009-2012. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More