Jakarta – Beredar informasi pada pesan berantai di WhatsApp dengan judul “Program Bantuan IVIG Gratis Khusus Bagi Tenaga Kesehatan yang Terinfeksi COVID-19”.
Pesan ini juga mencantumkan syarat yang harus dipenuhi tenaga kesehatan untuk mendapatkan bantuan gratis IVIG serta mencantumkan nomor narahubung yang mengatasnamakan Ibu Audrey Clarissa.
Faktanya informasi tersebut tidak benar. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H. sebagai Ketua Bidang Perlindungan Kesehatan/Ketua Umum IDI.
“Bidang Perlindungan Kesehatan Satgas COVID-19 dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) serta narahubung yang disebut di dalam pesan itu tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut,” ujar Daeng Faqih, mengutip situs satgas penanganan COVID-19, Senin, 1 Febuari 2021.
Seperti diketahui, Internet dan media sosial membuat kita dengan mudah mengakses berbagai macam informasi. Namun, penting untuk dapat memilah dan memilih informasi yang kita dapatkan agar tidak mudah termakan hoaks. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk cek hoaks.
Bisa dengan kirim pesan WhatsApp ke Chatbot Mafindo ke nomor 085921600500 atau cek di situs https://turnbackhoax.id dan https://cekfakta.com. Kita juga bisa melihat laporan hoaks dari Kementerian Kominfo di https://komin.fo/inihoaks
Untuk cek dan buktikan hoaks yang terkait bisa juga kunjungi https://s.id/infovaksin.
Seperti diketahui, pandemi covid-19 tidak hanya membawa kerentanan pada kesehatan kita saja, namun juga kerentanan pada situasi infodemi, yaitu ketika banyaknya informasi yang beredar sehingga banyak terjebak dengan misinformasi atau hoaks. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More