Beredar informasi di media sosial yang dengan sengaja membandingkan bahwa gereja mengharamkan vaksin COVID-19, berbeda dengan MUI yang justru memberikan fatwa halal. Faktanya informasi tersebut tidak benar.
Melalui situs resmi beberapa organisasi gereja, seperti Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) justru menghimbau agar gereja-gereja memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan program vaksinasi COVID-19. Sedangkan MUI telah menyatakan vaksin COVID-19 produksi Sinovac bekerja sama dengan PT Bio Farma adalah suci dan halal.
Yuk, periksa buktikan informasi hoaks tentang COVID-19 di http://s.id/infovaksin, dan dapatkan kumpulan klarifikasi hoaks terkait COVID-19 di https://trustpositif.kominfo.go.id/pdfhoaks.
Pandemi covid-19 tidak hanya membawa kerentanan pada kesehatan kita saja, namun juga kerentanan pada situasi infodemi, yaitu ketika banyaknya informasi yang beredar sehingga banyak terjebak dengan misinformasi atau hoaks.
Seperti dketahui, Internet dan media sosial membuat kita dengan mudah mengakses berbagai macam informasi. Namun, penting untuk dapat memilah dan memilih informasi yang kita dapatkan agar tidak mudah termakan hoaks. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk cek hoaks. (*)
Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More
Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More
Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More
Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More
Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More