Industri Rokok Turun, HM Sampoerna Tetap Untung Rp99,1 triliun
Jakarta – PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) atau HM Sampoerna, melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa, 27 Mei 2025. Salah satu agenda yang dibahas dalam RUPS adalah pembagian dividen kepada para pemegang saham.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp6,53 triliun dari laba bersih tahun buku 2024, atau setara Rp56,2 per lembar saham.
Dengan total tersebut, HMSP membagikan dividen dengan rasio 98 persen dari laba bersih, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang membagikan 100 persen. Rasio ini menghasilkan dividend yield sebesar 8,7 persen, berdasarkan harga saham intraday pada Selasa, 27 Mei 2025, di level Rp645 per lembar.
Baca juga: RUPS HM Sampoerna Tunjuk Presdir Baru
Padahal, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk HMSP pada 2024 tercatat menyusut 17,92 persen menjadi Rp6,64 triliun, dibandingkan Rp8,09 triliun pada tahun sebelumnya.
Penyusutan laba bersih itu, ditopang oleh beberapa pos beban yang mengalami pembengkakan, salah satunya adalah beban pokok penjualan yang naik menjadi Rp99,34 triliun di 2024 dari Rp96,65 triliun.
Baca juga: Kuartal III, Pendapatan Bersih HM Sampoerna Rp31,8 Triliun
Selain beban pokok penjualan, beban penjualan juga meningkat menjadi Rp7,89 triliun. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp2,94 triliun, dan beban lain-lain mencapai Rp150,61 miliar.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen tunai HMSP:
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk sebagai anggota dewan pengurus (governing board) Gates Foundation… Read More
Poin Penting OJK mendata seluruh aset dan mengaudit keuangan DSI periode 2017–2025 terkait dugaan gagal… Read More
Poin Penting JTPE menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026, didukung kinerja solid hingga kuartal… Read More
Poin Penting OJK menerbitkan POJK 31/2025 untuk memperkuat tata kelola dan pengawasan Bursa Efek serta… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kelanjutan paket ekonomi pada 2026 untuk menghadapi tantangan global, meningkatkan kualitas… Read More
Poin Penting Indonesia agresif masuk pasar perdagangan global dengan bergabung ke IEU CEPA, CEPA Kanada,… Read More