News Update

HK Metals Utama dan Propertindo Mulia Resmi Melantai di Bursa

Jakarta – PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) dan PT Propertindo Mulia Investama Tbk (MPRO) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Sehingga jumlah emiten saat ini menjadi 41 dan 42 perusahaan tercatat.

HK Metals Utama melepas sahamnya sebanyak 1.021.740.00 lembar dengan harga penawaran Rp230 per lembar saham. Sehingga melalui IPO tersebut perseroan mengharapkan dana segar senilai Rp 235.000.200.000.

Sedangkan MPRO diketahui melepas sebanyak 1.492.500.000 lembar saham. Dalam aksi korporasi ini perusahaan yang bergerak dalam bidang properti ini mengantongi dana segar sekitar Rp164,15 miliar.

Dalam debut perdananya, saham HKMU langsung melejit 49,57 persen di harga Rp344 per lembar saham. Di level itu saham HKMU sudah ditransaksikan sebanyak 37.006 lot senilai Rp1,27 miliar dalam 28 kali transaksi.

Sementara saham MPRO tercatat menguat 77 poin atau 70 persen dari harga penawaran Rp110 ke level Rp187 per saham. Saham ini ditransaksikan sebanyak 219 lot senilai Rp 4,1 juta dengan 4 kali transaksi.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia mengatakan, pihaknya menyambut baik bergabungnya kedua perusahaan ini dan mengimbau agar selalu mengikuti peraturan dengan berkomitmen memberikan secara konsisten informasi publik.

“Mulai saat ini kedua perseroan sudah dan telah memasuki publik arena. Di mana publik regulator dan stakeholder akan selalu melakukan monitoring atas performance dan progress,” kata di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2018.

PT HK Metals Utama Tbk, rencananya akan menggunakan dana hasil IPO untuk penyertaan modal entitas anak dan untuk kebutuhan modal kerja perseroan.

Perusahaan menargetkan pendapatan di tahun ini bisa mencapai Rp935 miliar, tumbuh 88 persen dibandingkan dengan penjualan di tahun lalu. Sementara untuk laba bersih bisa berjumlah sebesar Rp82 miliar. Sementara itu, di tahun depan perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 40 persen untuk penjualan, sementara laba bersih dipatok bisa tumbuh 12 persen -13 persen.

Disisi lain PT Propertindo Mulia Investama Tbk mengincar dana sekitar Rp164,17 miliar.

Propertindo Mulia akan menggunakan 80 persen dana hasil IPO untuk penyertaan modal anak usaha. Sisanya sebesar 15 persen untuk mendanai pembangunan apartemen dan 5 persen sisanya untuk modal kerja. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Ironi di Balik Kursi Terdakwa Kasus Sritex, Ketika Integritas Bankir Diadili Secara “Serampangan”

Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More

2 hours ago

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

4 hours ago

Pasar Modal Diminta Berbenah, Airlangga Beberkan Instruksi Prabowo

Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More

7 hours ago

OJK Siapkan Langkah Sistemik Dorong Kredit UMKM

Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More

8 hours ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

8 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

8 hours ago