Poin Penting
Jakarta – Kepala Ekonom BCA, David Sumual memproyeksikan dampak dari bencana yang terjadi di Sumatra berpotensi memberikan kerugian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,32 persen.
“Nah ini hitung-hitungan aja. Jadi kita melihat dampaknya sekitar 0,3 persen dari PDB lah kurang lebih. Penurunan PDB yang bisa terjadi akibat konsumsi yang menurun, produksi yang menurun, dan seterusnya,” ujar David dalam Bincang Bareng BCA, Senin, 15 Desember 2025.
David merinci, berdasarkan olahan dan data internal tim Riset Ekonomi BCA, efek bencana alam di Sumatra Barat (Sumbar) menurunkan 25,53 persen atau Rp3,8 triliun belanja masyarakat.
Baca juga: Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi Khusus bagi Wilayah Terdampak Bencana
Diketahui, Sumbar menyumbang 1,49 persen PDB nasional di kuartal III 2025, sementara konsumsi rumah tangga menyumbang 49,63 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kuartal III 2025.
Kemudian, di Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan akan menurunkan 22,31 persen atau Rp11,8 triliun belanja masyarakat. Pada kuartal III 2025, Sumut mampu berkontribusi 4,85 persen terhadap PDB nasional dengan konsumsi rumah tangga menyumbang 49,63 persen terhadap PDRB Sumut di kuartal III 2025.
Selanjutnya, bencana tersebut juga menurunkan belanja masyarakat di Aceh sebesar Rp2,8 triliun atau 23,92 persen. Aceh berkontribusi terhadap PDB nasional di kuartal III 2025 sebesar 1,16 persen, bahkan konsumsi rumah tangga Aceh menyumbang 54,13 persen terhadap PDRB nya di kuartal III 2025.
David menyebut, dengan asumsi belanja masyarakat terus terpuruk hingga Desember 2025, serta belanja Aceh menjalani tren serupa, maka diperhitungkan bahwa efek konsumsi pasca-bencana berpotensi menurunkan sebesar 0,31 persen atau Rp18,58 triliun dari PDB nasional di kuartal IV 2025.
Baca juga: BCA Siapkan Rp42,1 Triliun Uang Tunai untuk Nataru 2025/2026
Sementara itu, David memproyeksikan biaya pembangunan kembali seluruh prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pasca-bencana atau rekonstruksi dari bencana tersebut senilai Rp50 hingga Rp70 triliun di masing-masing wilayah.
“Jadi kalau bencana itu, antara Rp50 hingga Rp70 triliun lah biaya rekonstruksi. Jadi kan kemungkinan bisa lebih tinggi. Karena ini tiga provinsi. Dan sampai sekarang mereka masih hujan deras terus, di padang di mana-mana. Jadi masih ada kemungkinan ada masalah logistik,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Spin-off UUS memasuki fase krusial menjelang tenggat akhir 2026 sesuai POJK No.11/2023, dengan… Read More
Poin Penting KPK menggelar OTT di Kanwil DJP Jakarta Utara, mengamankan delapan orang beserta barang… Read More
Komisi Kejaksaan Republik Indonesia mencatat telah menangani 29 perkara yang menarik perhatian publik sepanjang 2025.… Read More
Poin Penting Adira Finance Syariah meluncurkan Hasanah, produk pembiayaan Haji Plus berbasis prinsip syariah untuk… Read More
Poin Penting Loyalitas nasabah jadi kunci daya saing BPR, dengan dua faktor utama: kenyamanan layanan… Read More
Poin Penting Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief meminta sekolah kembali menerapkan protokol kesehatan… Read More