Perbankan

Hingga September, Penyaluran Kredit UOB Indonesia Tumbuh 15%

Jakarta – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) mengaku masih sangat konsisten dalam penyaluran kredit miliknya. Hal tersebut tercermin dari tumbuhnya penyaluran kredit hingga double digit pada bulan September tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Head of Card and Payment UOB Indonesia Dessy Masri setelah menghadiri peluncuran UOB Blast of Surprise 2.0”. Dessy menyebut, hingga September pihaknya berhasil menumbuhkan angka kredit diangka 15%, namun pihaknya masih belum mau menyebutkan jumlah total penyaluran kredit miliknya.

“Pertumbuhan September Alhamdulillah kami diatas industri, kalau industri Agustus 4 persen untuk nominal pertumbuhan kredit sementara UOB kita buktikan 15 persen lebih tinggi,” kata Dessy di Jakarta, Senin 15 Oktober 2018.

Baca juga: Gencarkan Bisnis Kartu Kredit, UOB Indonesia Luncurkan “UOB Blast of Surprise 2.0”

Dirinya menyebut, saat ini pihaknya terus mengincar beberapa segmen khususnya untuk segmen milenial yang mulai menanamkan dananya pada perbankan. Oleh karena itu, pihaknya berusaha untuk menghadirkan promo menarik.

“Misal menyasar sektor milenial, kita lihat kedepannya kartu kredit ke segmen digital lifestyle mengikuti dan kita lihat segmen tertentu,” kata Dessy.

Dessy menyebut, salah satu strategi yang dilakukan ialah menghadirkan “UOB Blast of Surprise” yang merupakan program promosi akhir tahun berbasis permainan online yang mulai diperkenalkan oleh Bank UOB pada tahun 2017. Pada tahun tersebut, hadirnya “UOB Blast of Surprise” berhasil meningkatkan nominal transaksi sebesar 23 persen selama periode program dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)

Suheriadi

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

43 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

2 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

3 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

3 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

4 hours ago