Moneter dan Fiskal

Hingga November 2025, Serapan Belanja Pemerintah Pusat Baru 79,5 Persen

Poin Penting

  • Belanja pemerintah pusat hingga November 2025 mencapai Rp2.116,2 triliun dari outlook APBN Rp2.663,4 triliun.
  • Pemerintah perlu mempercepat belanja Rp547,3 triliun pada Desember 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
  • Belanja K/L digunakan untuk bansos dan program prioritas, sementara belanja non-K/L untuk pembayaran pensiun tepat waktu.

Jakarta – Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga November 2025 telah mencapai Rp2.116,2 triliun atau 79,5 persen dari outlook APBN 2025 sebesar Rp2.663,4 triliun.

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan, diperlukan percepatan belanja sebesar Rp547,3 triliun pada satu bulan terakhir 2025 untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Purbaya Lapor APBN Defisit Rp560,3 Triliun di November 2025

“Realisasi belanja pemerintah pusat Rp2.116,2 triliun yang terdiri dari atas belanja Kementerian/Lembaga (K/L) dan Belanja Non-K/L,” ujar Suahasil dalam APBN KiTa, Kamis, 18 Desember 2025.

Belanja K/L Capai Rp1.110,7 Triliun

Suahasil merinci, realisasi belanja K/L mencapai Rp1.110,7 triliun atau 87,1 persen dari outlook APBN 2025.

Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui program Bansos, serta pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Baca juga: Kemenkeu Prioritaskan Ketahanan Pangan dalam APBN 2026

Adapun belanja K/L itu digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp289,8 triliun, naik 9,3 persen atau 95,1 persen dari outlook APBN 2025.

Belanja barang Rp404,5 triliun, naik 1,3 persen atau 84,7 persen dari outlook, belanja modal Rp249,6 triliun, naik 1,8 persen atau 72,5 persen, dan belanja bansos Rp166,8 triliun, naik 19,2 persen atau 90 persen dari outlook APBN 2025.

Belanja Non-K/L dan Pembayaran Pensiun

Sementara itu, realisasi belanja non-K/L mencapai Rp1.005,5 triliun atau 72,5 persen dari outlook APBN 2025. Anggaran tersebut digunakan antara lain untuk pembayaran manfaat pensiun dan subsidi secara tepat waktu.

Pembayaran pensiun tercatat mencapai Rp166,6 triliun hingga November 2025.

“Pembayaran pensiun ini sifatnya on-track dan kita lihat termasuk menyediakan pembayaran pensiun terhadap 100 ribu orang pensiunan baru,” ungkapnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kementerian ATR Ajukan Tambahan Anggaran Rp672 Miliar ke Purbaya

Poin Penting Menteri ATR mengusulkan tambahan anggaran Rp672 miliar untuk mendukung program 3 juta rumah.… Read More

26 mins ago

Bank QNB Indonesia Bukukan Laba Rp50,8 Miliar pada 2025

Poin Penting Laba Bank QNB Indonesia sebelum pajak Rp50,8 miliar ditopang pertumbuhan kredit 18 persen… Read More

46 mins ago

INACA Desak Kenaikan Fuel Surcharge Imbas Lonjakan Harga Avtur

Poin Penting Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia mendesak pemerintah menaikkan fuel surcharge dan Tarif Batas… Read More

55 mins ago

Menaker Imbau Swasta Terapkan WFH, Ikuti Arahan Prabowo

Poin Penting Menaker mengimbau penerapan WFH satu hari kerja per minggu bagi perusahaan swasta, BUMN,… Read More

1 hour ago

Hore! Warga RI Kini Bisa Belanja di Korea Selatan Pakai QRIS

Poin Penting Bank Indonesia dan Bank of Korea resmi meluncurkan QRIS Antarnegara Indonesia–Korea Selatan untuk… Read More

1 hour ago

Pemerintah Tahan Tarif Listrik April-Juni 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan tarif listrik Triwulan II… Read More

1 hour ago