News Update

Hingga Mei 2017 LPS Bayarkan Klaim Rp1,2 Triliun

Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengaku, sejak beroperasi 2005 hingga akhir Mei 2017, LPS telah menanganani klaim terhadap 79 bank yang dicabut izin usahanya dan 76 bank di antaranya telah selesai proses rekonsiliasi dan verifikasi (rekonver).

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Eksekutif Klaim dan Resolusi Bank LPS, Ferdinan D Purba, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis malam, 8 Juni 2017. Menurutnya, dari 79 bank tersebut, jumlah klaim layak bayar mencapai Rp1,2 triliun.

Sementara itu, kata dia, di sepanjang tahun 2017 ini, pihak LPS telah melakukan penanganan sebanyak 3 bank, yang semuanya adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang dicabut izin usahanya, yaitu di Deli Serdang, Jakarta dan Sidoarjo, dengan total simpanan Rp24 miliar.

Sedangkan untuk simpanan yang tidak layak bayar sebesar Rp314 miliar (hingga Mei 2017) dengan penyebabnya sebagian besar karena bunga simpanannya di atas LPS Rate (74 persen). “Lainnya disebabkan karena tidak ada aliran dana masuk (14 persen) dan menjadi penyebab bank tidak sehat (12 persen),” ujarnya.

Untuk meminimalkan simpanan yang tidak layak, LPS terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai nasabah perbankan untuk memperhatikan ketentuan layak bayar yang biasa dikenal dengan 3T, yaitu Tercatat pada pembukuan bank, Tingkat bunga tidak melebihi bunga penjaminan, dan Tidak ikut menyebabkan bank tidak sehat.

Dari sisi aset, hingga akhir April 2017 aset LPS mencapai Rp79,3 triliun, tumbuh 8,68 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp73 triliun. Aset LPS didominasi berupa penempatan investasi, yaitu sebesar 76,3 triliun (96,2 persen). Sisanya, dalam bentuk Kas dan Piutang sebesar Rp2,7 triliun (3,5 persen), Aset Tetap sebesar Rp111,7 miliar, dan aset lainnya sebesar Rp183,5 miliar (0,2 persen). (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

9 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

9 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

10 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

12 hours ago