Direksi BTN; Optimis. (Foto: Paulus Yoga)
Penyaluran kredit yang mengalami pertumbuhan 18,17% telah menopang laba Bank BTN hingga Mei 2015 menjadi Rp678 miliar. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat labanya sebesar Rp678 miliar hingga Mei 2015, atau mengalami pertumbuhan 49,88% bila dibandingkan dengan perolehan laba bank di tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar Rp452 miliar.
Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, tumbuhnya laba bank ditopang oleh penyaluran kredit yang mengalami pertumbuhan 18,17% menjadi Rp123,3 triliun bila dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya di periode yang sama yakni mencapai Rp104,4 triliun.
“Kinerja kami ini juga diikuti oleh membaiknya rasio keuangan perseroan. Kami perkirakan, peluang untuk tumbuh lebih baik masih terbuka lebar pada Semester II 2015,” ujar Maryono di Jakarta, Rabu, 8 Juli 2015.
Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN, lanjut Maryono, tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 10,95% atau meningkat menjadi Rp111,5 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp100,5 triliun. Selain itu hingga Mei 2015 Aset BTN juga ikut meningkat menjadi 14,01%.
“Aset BTN sampai bulan Mei 2015 tumbuh 14,01% menjadi Rp152,8 triliun bila dibandingkan posisi tahun sebelumnya diperiode yang sama yakni Rp134 triliun,” tutup Maryono. (*)
@rezki_saputra
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More