Jamkrindo; Penjaminan kredit. (Foto: Erman)
Jakarta–Bisnis penjaminan kredit Perum Jamkrindo terus mengalami peningkatan. Termasuk dari program kredit usaha rakyat (KUR) yang dimulai lebih cepat tahun ini.
Direktur Bisnis Penjaminan Perum Jamkrindo, Bakti Prasetyo mengatakan, sampai dengan pertengahan Maret 2016, pihaknya sudah menjamin KUR yang mencapai kisaran Rp9 triliun.
Tahun ini, dia menyebut program KUR berjalan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya. Sampai akhir Desember 2016 nanti, target volume KUR yang dijamin Jamkrindo mencapai Rp50 triliun.
“Sampai kemarin, ya pertengahan bulan Maret ini sudah Rp8,9 triliun, ya tarulah Rp9 triliun,” ujar Bakti di Jakarta, Jumat, 18 Maret 2016.
Sedangkan sampai akhir tahun ini target volume penjaminan Jamkrindo dipatok mencapai Rp115 triliun. “Untuk yang non-KUR sudah Rp10 triliun total penjaminannya sampai pertengahan bulan ini,” ucapnya.
Jamkrindo terus berupaya melakukan berbagai strategi untuk bisa menyasar penjaminan KUR ke sektor lain, seperti sektor kemaritiman. Hal ini sesuai dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S Anwar pernah mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah dengan menambah jumlah lembaga penyalur KUR pada 2016.
“Saya rasa dengan semakin banyak peserta penyaluran KUR, bahkan melibatkan multi finance, saya pikir target itu bakal bisa dicapai,” papar Diding. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More
Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More
Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More