Jakarta – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) pada Kuartal I-2019 mencatatkan laba sebesar Rp462 miliar atau tumbuh 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp443 miliar.
Direktur utama Adira Finance Hafid Hadeli menjelaskan, penaikan laba ini didorong oleh pertumbuhan pada pendapatan bunga dan didukung oleh lingkungan suku bunga yang stabil.
“Pada kuartal pertama 2019, Adira Finance membukukan pertumbuhan profit sebesar 4% menjadi Rp 462 miliar,” kata Hafid Hadeli di Restoran Aromanis Jakarta, Jumat 26 April 2019.
Untuk pertumbuhan pendapatan bunga juga tercatat sebesar 12% menjadi Rp 1,77 triliun. Hasilnya pendapatan bunga bersih juga meningkat sebesar 12% menjadi sebesar Rp 1,77 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selain itu, biaya operasional juga masih terjaga sebesar Rp 906 miliar, atau naik sebesar 8% YoY terutama didorong oleh beban umum dan administrasi dan kenaikan gaji. Sementara untuk ROAA dan ROAE perusahaan masing-masing berada di 6,0% dan 28,8%.
Adira finance juga terus berupaya untuk mendiversifikasi sumber pendanaan melalui pendanaan eksternal (57%) dan pembiayaan bersama (joint financing) dengan Bank Danamon (43%).
Terakhir, untuk pinjaman Iuar negeri tercatat sebesar Rp 6,4 triliun, sementara pinjaman dalam negeri mencapai sebesar Rp 5,8 triliun, yang terduri dari masing-masing 28% den 26% atas pinjaman ekstemal perusahaan. (*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More