Jakarta – Modalku sebagai perusahaan financial technology (fintech) hingga kuartal I-2021 telah menyalurkan pendanaan hingga Rp22,3 triliun di empat negara dengan jumlah transaksi mencapai 4 juta lebih.
Hal tersebut disampaikan Co-Founder & COO Modalku, Iwan Kurniawan saat menghadiri diskusi virtual ‘Dampak Ekonomi dan Sosial Pembiayaan UMKM Menggunakan P2P Lending’. Dirinya berharap, peran fintech secara keseluruhan bisa mengurangi gap pembiayaan di masyarakat.
“Pencapaian pembiayaan Rp22 triliun ini sangat berguna sekali bagi UMKM, karena kita sudah mengisi financing gap di ke empat negara,” kata Iwan melalui video conference di Jakarta, Selasa 30 Maret 2021.
Dirinya juga menjelaskan, Modalku telah beroperasi di 4 negara diantaranya Indonesia sejak 2016, Singapura sejak 2015, Malaysia sejak 2017, dan yang terbaru Thailand sejak 2021. Dari pencapaian tersebut Iwan mengatakan bahwa jumlah lander atau peminjam Modalku telah mencapai lebih dari 200 ribu peminjam.
Seperti diketahui, Modalku menyediakan layanan peer-to-peer (P2P) lending, dimana peminjam yang merupakan UMKM maupun masyarakat umum berpotensi bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pendana platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.
Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More
Poin Penting Trump mengancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran, berlaku untuk seluruh… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,89% ke level 9.028 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akan mengevaluasi pegawai DJP usai OTT KPK terkait dugaan suap pemeriksaan… Read More
Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More
Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More