Jakarta — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan bisnis Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) terus bertumbuh dan berkembang seiring dengan perekonomian nasional yang tetap tumbuh. Hal tersebut tercermin dari jumlah BPR yang telah mencapai 1.765 bank.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Riset, Surveilans & Pemeriksaan LPS, Didik Madiyono dalam acara seminar The Finance “Peluang Baru BPR dalam Revolusi Industri 4.0” di Milenium Hotel Jakarta.
“Hingga Januari 2019, terdapat 1765 BPR yang tersebar di seluruh Indonesia dan mengembangkan perekonomian daerah masing masing,” kata Didik di Jakarta Jumat, 5 April 2019.
Tak hanya jumlah BPR, kinerja yang positif juga ditunjukkan dengan terus tumbuhnya angka penyaluran kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) dari industri BPR di seluruh wilayah.
Tercatat total DPK hingga Januari 2019 sebesar Rp92,5 triliun angka tersebut terus tumbuh dalam lima tahun sebelumnya bila dibandingkan tahun 2014 yang lalu yang hanya sebesar Rp58,7 triliun.
Tak hanya itu saja, angka penyaluran kredit BPR juga terus tumbuh dimana hingga Januari total kredit BPR dapat mencapai angka Rp98,6 triliun.
“Peningkatan aset dan kredit yang terjadi menunjukkan tingkat kepercayaan BPR yang terus meningkat di masyarakat. Hal itu menunjukkan dalam lima tahun terkahir BPR sukses menggaet masyarakat yang belum memiliki akun bank,” tukas Didik. (*)
Poin Penting BI menilai penurunan outlook Moody’s tidak mencerminkan pelemahan ekonomi domestik. Stabilitas sistem keuangan… Read More
Poin Penting PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menegaskan tidak memiliki keterlibatan, baik langsung maupun… Read More
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More