Hingga Februari, Industri Perbankan Syariah Tumbuh Kuat
Jakarta – Setelah melewati tahun konsolidasi, industri perbankan syariah tercatat terus tumbuh sehat hingga awal tahun 2018. Tercatat hingga Febuari 2018, jumlah aset perbankan syariah telah tumbuh 25,65 persen.
“Sampai akhir Febuari aset perbankan syariah terus tumbuh 25,65 persen (yoy) menjadi Rp429,36 triliun,” kata Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat menjelaskan kondisi keuangan syariah di Kompleks DPR RI Jakarta, Rabu 11 April 2018.
Sementara itu dari sisi pembiayaan tercatat juga tumbuh sebesar 14,76% secara yoy dari Rp252,89 triliun per akhir Februari 2017 menjadi Rp289,99 triliun triliun pada Febuari 2018.
Sedangkan perolehan dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan syariah tercatat sebesar tumbuh 18,10% menjadi Rp339,05 triliun triliun di dua bulan pertama tahun ini.
Baca juga: Perbankan Syariah Diminta Mulai Fokus Biayai Infrastruktur
Selain itu, Wimboh menjelaskan bahwa pada awal tahun ini telah terjadi peningkatan jumlah rekening yang signifikan dengan pertumbuhan industri syariah yang kuat.
“Hingga Febuari tahun ini telah terjadi peningkatan 560 ribu rekening dari Desember tahun lalu, ini didukung peningkatan jumlah kantor bank umum syariah maupun unit umum syariah,” tambah Wimboh.
Sebagai informasi, tercatat hingga Febuari 2018 jumlah perbankan syariah terdiri 13 Bank Umum Syariah, 21 Unit Usaha Syariah dan 167 Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPR). Wimboh berharap perkembangan positif pada awal tahun ini dapat berlanjut hingga akhir tahun.(*)
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More