Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, hingga 7 Juni 2020 telah merestrukturisasi kredit terdampak covid-19 sebanyak 404 ribu debitur. Angka tersebut terus meningkat dari total pada 29 Mei 2020, yang telah merestrukturisasi 323 ribu debitur. Sebelumnya, dari total debitur yang di restrukturisasi, 72% diantaranya merupakan debitur segment SME dan Mikro dengan nilai sebesar Rp25,6 Triliun.
“Yang terbaru hingga 7 Juni kami telah merestrukturisasi sebanyak 404 ribu debitur dengan nilai bagi debet Rp99 triliun secara total,” kata Direktur Keuangan Bank Mandiri Silvano Rumantir melalui video conference di Jakarta, Senin 8 Juni 2020.
Dirinya menambahkan, dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian sebagai Kebijakan Countercyclical di tengah pandemi COVID-19, skema yang kami lakukan untuk melakukan restrukturisasi debitur antara lain penundaan angsuran pokok dan bunga (grace period), perpanjangan tenor, dan perubahan angsuran.
“Kami terus memonitor perkembangan perekonomian nasional maupun global untuk menentukan langkah-langkah berikutnya,” tambah Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar.
Ke depannya utuk menekan dampak pandemi COVID-19, Bank Mandiri juga terus mendukung upaya restrukturisasi debitur terdampak COVID-19. Sebagai informasi saja untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), selama tahun 2020 hingga Bulan Maret (YtD) , total KUR yang disalurkan mencapai Rp6,58 triliun, tumbuh 27,2% YoY dengan jumlah penerima sebanyak 79.060 debitur.
“Saat ini kami terus berupaya menjaga kualitas asset dan bisnis karena pandemi ini sangat berpotensi memberikan dampak bagi bisnis perseroan,” tukas Royke. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More