Ilustrasi: Kantor Lembaga Penjaminan Simpanan. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat telah melakukan resolusi perbankan melalui likuidasi terhadap 147 bank sejak berdiri hingga 2025. Rinciannya terdiri dari 1 bank umum, 130 Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan 16 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).
Selain likuidasi, LPS juga melakukan penempatan modal sementara pada 1 bank umum serta konversi modal (bail-in) pada 1 BPR sebagai bagian dari upaya penanganan bank bermasalah.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengatakan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari peran LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Seluruh proses resolusi bank dilakukan secara cepat dan efektif.
“Dari waktu ke waktu, pembayaran klaim kepada nasabah penyimpan semakin cepat. Saat ini, rata-rata waktu pembayaran klaim pertama kali sejak bank dicabut izin usahanya sudah mencapai 5 hari kerja. Ini sudah jauh lebih cepat dari 5 tahun lalu yang memerlukan waktu hingga 14 hari kerja,” lanjutnya.
Baca juga: Stabilkan Sistem Keuangan, LPS Tahan Bunga Penjaminan 3,5 Persen
Di sisi lain, neraca LPS menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Total aset LPS pada 2025 meningkat 13,6 persen dari tahun sebelumnya, menjadi Rp276,2 triliun (unaudited).
LPS juga membukukan surplus sebesar Rp33,8 triliun pada 2025, naik 13,8 persen secara tahunan. Sementara itu, Cadangan Penjaminan LPS meningkat 13,3 persen menjadi Rp213,4 triliun.
Baca juga: Bos LPS Ungkap Peran Strategis Sektor Keuangan Jaga Warisan Budaya
Dalam menjalankan tugasnya, LPS turut memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. Pada 2025, LPS mencatat pembayaran pajak sebesar Rp3 triliun atau naik 15,3 persen dari tahun sebelumnya. Selain itu, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp51,4 triliun, tumbuh 8,4 persen dari 2024.
Melalui program LPS Peduli, LPS juga menyalurkan bantuan tanggap bencana, termasuk untuk korban banjir di Sumatra, dengan total nilai bantuan sebesar Rp1,4 miliar sebagai bentuk kepedulian sosial. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting APBN 2025 mencatat defisit 2,92 persen PDB, tetap dijaga di bawah batas 3… Read More
Poin Penting BRI Insurance meluncurkan OTOMAXY sebagai identitas baru BRINS OTO OTOMAXY hadir dengan empat… Read More
Poin Penting LPS menahan TBP simpanan bank umum di level 3,5 persen berlaku 1 Februari-31… Read More
Poin Penting Anggota BPK Fathan Subchi mendorong ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi untuk mendukung… Read More
Poin Penting Ekonomi budaya dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan SDA karena budaya tidak akan habis, sementara… Read More
Poin Penting Sektor keuangan berperan strategis dalam pelestarian aset budaya melalui pembiayaan khusus budaya, asuransi… Read More