Perbankan

Hingga 2023, LPS Sudah Lakukan Resolusi Terhadap 119 Bank

Jakarta – Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Lana Soelistianingsih menyebutkan, LPS telah melakukan resolusi terhadap terhadap 119 bank selama periode 2005 – 2023.

Dia merinci, dari 119 bank yang di resolusi tersebut, terdiri dari 1 bank umum, 118 BPR/S (Bank Perekonomian Rakyat/Syariah) di antaranya 105 BPR dan 13 BPRS.

“Dalam rangka resolusi bank, sejak 2005-2023, ada sekitar 119 bank yang diresolusi oleh LPS, 1 bank umum, kemudian 118 BPR/S, di antaranya 105 BPR dan 13 BPRS,” ujar Lana, dikutip Rabu, 21 Juni 2023.

Selama penetapan resolusi bank stersebut, LPS telah membayarkan simpanan kepada nasabah sebesar Rp1,75 triliun. Sedangkan, simpanan yang tak layak bayar mencapai hingga sebanyak Rp373 miliar.

Lana pun menjelaskan, alasan LPS mengkategorikan simpanan yang tidak layak bayar, yaitu, tidak adanya catatan aliran dana nasabah masuk ke bank tersebut.

“Jadi nasabah menyampaikan simpanannya terutama lewat pegawai bank tetapi pegawai banknya tidak mencatakan sebagai bagian dari rekening nasabah sehingga akhirnya data tersebut tidak tercatat dan LPS tidak bisa melakukan verifikasi jika tidak tercatat,” ungkap Lana.

Kemudian, jika bunga deposit atau simpanan lebih besar dibandingkan batas tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan oleh LPS, yang saat ini sebesar 4,25%.

“Jadi ini tidak bisa kami berikan layak bayar oleh LPS ketika suku bunga bank tersebut lebih besar dari tingkat bunga penjaminan (TBP) yang ditetapkan oleh LPS,” pungkasnya.

Terakhir, banyaknya debitur yang tidak mampu melunasi kreditnya ke bank atau gagal bayar, sehingga bank mengalami kebangkrutan. Hal ini juga masuk di dalam kategori tidak layak bayar, dimana simpanan tersebut tidak dapat dikembalikan oleh LPS. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

2 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

2 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

5 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

8 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

13 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

14 hours ago