Investasi; Pertumbuhan dana. (Foto: Zidni Hasan)
Jakarta–Belakangan ini, investasi bodong tengah marak terjadi di Indonesia. Dengan iming-iming imbal hasil yang sangat besar, membuat masyarakat tertarik untuk ikut investasi tersebut.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator pun meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam memilih investasi. Jangan sampai, berkeinginan untung banyak namun malah buntung oleh investasi bodong.
Adanya kondisi tersebut, OJK memberikan tips sebelum anda memilih investasi. Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Pelindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono mengungkapkan ada dua hal yang harus diperhatikan sebelum memilih investasi.
“Yang pertama itu, selalu tanyakan apakah mereka dibawah OJK atau otoritas terkait, karena itu penting,” ujar Kusumaningtuti atau yang sering disapa Titu di Jakarta, Kamis, 3 Desember 2015.
Dia menjelaskan, jika perusahaan investasi yang diawasi oleh regulator, maka tingkat keamanannya terjaga. Selain itu, hal kedua yang perlu dicermita, dia meminta agar masyarakat dapat waspada ketika ditawari keuntungan yang dirasa tidak masuk akal.
Seperti yang terjadi di permainan uang MMM (Manusia Membantu Manusia). Keuntungan sebesar 30% yang didapat dalam per bulan itu, merupakan hal yang harus dicurigai. “Kalau keuntungan investasinya itu diluar kewajaran, itu harus langsung waspada. Kuncinya dua itu saja,” tutup Titu. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More